Berita

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun/RMOL

Politik

Refly Harun: DKI Dan Yogyakarta Sudah Terapkan Pilkada Asimetris

MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 15:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) asimetris yang diwacanakan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebetulnya sudah berjalan di Indonesia.

Hal ini diungkapkan pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Menurutnya, pilkada asimetris sudah terjadi di Yogyakarta.

"Sebenarnya dalam pemilihan kepala daerah sudah ada yang namanya desentralisasi asimetris. Misalnya di Yogyakarta di mana tidak perlu pemilihan langsung kepala daerah untuk jabatan Gubernur," ujar Refly Harun di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11).


Refly menambahkan, selain Yogyakarta, pilkada asimetris juga sudah terjadi di DKI Jakarta.

"Di DKI tidak perlu pemilihan walikota, itu sudah asimetris sesungguhnya. Di Aceh boleh ada partai lokal, itu asimetris, di Papua harus ada calon-calon yang berasal dari Papua asli, itu asimetris sesungguhnya," paparnya.

Lebih lanjut Refly mengatakan, harus ada kajian terhadap wacana penghapusan pilkada langsung. Kajian dilakukan soal beberapa daerah yang memang sulit untuk memenuhi syarat Pilkada langsung.

"Karena pemilihan langsung itu adalah pemilihan luber dan jurdil harusnya, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Nah dalam sistem noken saya kira luber susah tercapai," katanya.

Meski begitu, kata Refly, kondisi yang sudah disebutkan itu bukan berarti kemudian memperbolehkan untuk mengembalikan pilkada langsung pada pemilihan tertutup oleh DPRD.

"Pemilihan langsung ke pemilihan tidak langsung itu is not answer, itu bukan jawaban," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya