Berita

Konsolidasi Jejaring Komisi Yudisial/Net

Politik

KY Minta Diubah Nama Jadi Mahkamah Yudisial

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 18:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi Yudisial bersiap menyambut amandemen UUD Negara Republik Indonesia yang rencananya akan dilakukan MPR pada periode ini.

Ketua Komisi Yudisial Djaja Ahmad Djayus mengatakan bahwa pihaknya akan berjuang untuk bisa mengubah nama lembaganya, dari komisi menjadi mahkamah.

“Kalau misalnya menyangkut lembaga penegak hukum, namanya bukan komisi yudisial, berubah jadi mahkamah yudisial atau dewan yudisial dan sebagainya,” ujar Djaja di acara Konsolidasi Jejaring Komisi Yudisial, Bumi Katulampa, Bogor, Jumat (22/11).


Perubahan nama juga akan membuat struktur keanggotaan KY berubah. Ada sejumlah penyatuan dengan lembaga lembaga pengawasan lain yang berkaitan dengan etik penegak hukum.

“Ya itu nanti kalau Komjak disatukan, kompolnas disatukan, struktur keanggotaan KY juga berubah, otomatis itu. UU juga berubah sepertinya,” paparnya.

Selain mengubah nama, Djaja juga ingin meminta MPR merevisi fungsi dan tugas Komisi Yudisial dalam hal pengawasan hakim konstitusi

“Ya itu saya ingin agar pengawasan itu secara tegas dicantumkan ke dalam amandemen, kemudian termasuk hakim MK. Kemudian kedua, juga proses seleksi terhadap hakim MK itu oleh KY,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya