Berita

Stafsus Jokowi vs Guru Honorer/Rep

Politik

Netizen Bandingkan Gaji Stafsus Jokowi Rp 51 Juta Dengan Guru Honorer 11 Bulan Tidak Digaji

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 17:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh Staf Khusus (Stafsus) Presiden yang baru dari kalangan milenial, Kamis (21/11).

Ketujuh Stafsus itu adalah, Adamas Belva Syah Devara (Founder dan CEO Ruang Guru), Putri Tanjung (founder dan CEO Creativepreneur), Andi Taufan Garuda Putra (founder dan CEO Amartha).

Selanjutnya, Ayu Kartika Dewi (pendiri Gerakan Sabang Merauke), Gracia Billy Mambrasar (pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia), Angkie Yudistia (pendiri Thisable Enterprise), dan Aminuddin Maruf (mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia).


Hari ini, ramai di pemberitaan terkait penghasilan dari para Stafsus Jokowi itu.

Seperti diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 144/2015, penghasilan Stafsus bisa mencapai Rp 51 juta setiap bulan. Di dalamnya sudah termasuk gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan pajak penghasilan (PPh).

Hari ini juga, ada pemberitaan di Kompas.com, seorang guru honerer di Kabupaten Ende, NTT menangis di hadapan dewan karena sudah 11 bulan tidak terima gaji.

Alhasil, dua pemberitaan itu viral di media sosial. Netizen membandingkan gaji Stafsus yang "di langit" dengan belum turunnya gaji guru honorer.

Netizen bernama Naylani Hasibuan mengatakan, tadinya merasa bangga kaum milenial dilibatkan dalam pemerintahan. Awalnya dia mengira paling gaji Stafsus 5 jutaan, tapi ternyata gajinya selangit Rp 51 juta per bulan.

"Dengan gaji selangit, tolong dilihat juga dong rakyat bawah yang bekerja tanpa pamrih bahkan gajinya belum dibayar selama 11 bulan jadi guru honorer," kata dia, Senin (22/11).

Netizen yang merupakan ibu rumah tangga ini juga mengingatkan pemerintah, masih banyak rakyat hidup dalam garis kemiskinan, lalu dipaksa untuk kenaikan tarif dasar listrik dan iuran BPJS Kesehatan awal tahun depan.

Pemilik akun M. Margani (@MMargani5) menyindir Jokowi yang memberikan gaji gede kepada Stafsus, tapi kurang memberikan perhatian kepada guru honorer.

"Pak Dhe baik banget, banyak yang tiba-tiba ketiban durian runtuh. Maklum sekerang lagi musim panen bagi sebagian kelompok. Tapi yang pasti nasib guru honorer masih tetap "horor dan mencekam". Kapan ya para pahlawan pendidikan ini mendapatakn gaji yang layak?" sebut dia.

Sementara yang punya akun Herman (@herman_pocong) mengatakan, sehebat apapun Stafsus yang diangkat Jokowi, tidak pantas mereka mendapat penghasilan sebesar itu saat banyak masyarakat masih kesusahan.

"Sehebat apapun dia di luar sana, tetep tak pantas dapat gaji Rp 51 juta dari keringat rakyat yang masih bingung besok bisa makan apa. Mungkin dia potensial jadi Stafsus Presiden, tapi dikasi gaji Rp 51 juta itu yang kurang elok," ujarnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya