Berita

Jiwasraya/Net

Bisnis

Valuasi Jiwasraya Putra Akan Dilepas Ke Investor

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 17:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Valuasi PT Jiwasraya Putra yang bernilai sekitar Rp 9 triliun akan dilepas ke sejumlah investor.

Hal ini diungkapkan Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga. Menurutnya, langkah ini diambil menyelamatkan perusahaan warisan Belanda yang berdiri sejak 31 Desember 1859 itu.

Arya menegaskan para calon pembeli saham Jiwasraya Putra itu berasal dari beberapa negara berbeda.


"Campur antara luar dan dalam negeri. Porsinya belum tahu, lagi diproses. Belum bisa cepat cepat," tutur Arya kepada wartawan, Jumat (22/11).

Arya menambahkan, manajemen baru Jiwasraya cukup baik dalam bekerja serta terus berupaya memperbaiki kinerja perseroan yang tengah dililit masalah itu.

"Pak Erick melihat bagus (kinerja manajemen). Mereka cukup bisa membuka kondisi yang sebenarnya. Mereka fair terbuka ke publik," tegasnya.

Jika mengacu laporan keuangan tahun 2016, hanya ada dua anak usaha Jiwasraya, yakni PT Mitrasraya Adhijasa dan PT Stannia Binekajasa. Keduanya bergerak di bidang pengelolaan gedung.

Demi penyelamatan Jiwasraya, dibentuk anak usaha baru yakni Jiwasraya Putra. Anak usaha ini dibentuk hasil kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel.

Pembentukan anak usaha itu sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan keempat perusahaan itu nantinya akan bertindak juga sebagai distributor dari produk-produk yang dijual oleh Jiwasraya Putra.

"Mereka membuat Jiwasraya Putra yang bisa jadi andalan, dijual supaya bisa bayar utang. Kan dia bersih dari utang induk usahanya," paparnya.

Mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu berharap semua akan bisa berjalan baik.

"Lagi proses, nanti secepatnya saya kasih tahu. Prioritas kita bagaimana menyelamatkannya dulu deh," pungkas Arya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya