Berita

Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Wacana Bamsoet Bakal Tuai Penolakan Dari Kalangan Intelektual

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 16:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wacana  memperpanjang periode kepemimpinan presiden lebih dari dua periode dinilai sangat aneh. Wacana ini sempat dikemukakan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menilai wacana tersebut sangat bertentangan dengan isu masyarakat. Bahkan bisa mendapat respon negatif dari rakyat Indonesia.

Ray paham bahwa politisi Golkar itu sedang membangun kekuatan untuk menghadapi Munas Golkar, di mana dirinya masih ngotot untuk maju melawan petahana Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.


“Tapi isu dia justru bertolak belakang dengan isu publik," kata Ray Rangkuti kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di Kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Keinginan Bamsoet mengamandemen UUD 1945 dengan turut mengubah masa jabatan presiden tidak akan bisa diterima oleh kalangan intelektual tanah air. Gelombang penolakan justru akan diterima mantan ketua DPR itu jika ngotot memperjuangkan ide tersebut.

"Itu kan jelas-jelas nggak masuk di kalangan menengah intelektual kita. Itu yang saya sebut agak aneh,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya