Berita

Pembangunan kolam renang di rumah dinas Gubernur bikin Ridwan Kamil dihujani kritik/Net

Politik

Bikin Proyek Miliaran Rupiah, Ridwan Kamil Tak Pikirkan Kebutuhan Dasar Warga Jabar

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 04:20 WIB

Proses revitalisasi Gedung Sate, serta pembuatan kolam renang di Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Jabar (Bale Pakuan), yang menggelontorkan anggaran miliaran rupiah masih mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Pengamat politik Adiyana Slamet mengatakan, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat diminta jangan mementingkan ego diri sendiri dalam menggunakan anggaran daerah.

"Pak Ridwan Kamil ini jangan terlalu memperlihatkan egosentris bahwa kepentingan (bikin) kolam renang untuk kesehatan. Tapi harus juga melihat konteks anggaran itu pada hal yang paling prioritas," kata Adiyana, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (16/11).


Adiyana melanjutkan, anggaran untuk revitalisasi Gedung Sate dan Bale Pakuan bukan sebagai kebutuhan dasar warga Jabar. Sebagaimana diketahui, total anggaran 76 milyar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk Taman gedung sate sebesar Rp 71,836 milyar. Serta kolam renang, taman dan air mancur di Gedung Pakuan sebesar Rp 4,356 milyar.

"Anggaran sebesar Rp 76 milyar itu bukan kebutuhan dasar rakyat. Hngga anggaran miliaran untuk membangun taman Gedung Sate dan kolam renang di Gedung Pakuan itu adalah sesuatu hal yang mengesampingkan kebutuhan-kebutuhan rakyat Jawa Barat di 27 kabupaten/kota. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan itu," tegas Adiyana.

Adiyana juga menyatakan, ada baiknya Ridwan Kamil lebih peka terhadap kebutuhan dasar rakyat Jabar, ketimbang sekadar memikirkan estetika yang sampai menggelontorkan dana miliaran rupiah ini.

"Seharusnya gubernur melihat konteks kebutuhan masyarakat Jawa Barat seperti apa, adakah programnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat atau tidak. Bisa nggak pak Ridwan Kamil meminimalisir ego pribadi," jelasnya.

Pesan politik yang ingin disampaikan Adiyana adalah, Gubernur Jabar menafikkan kondisi masyarakat Jawa Barat. Misal di Kabupaten Sumedang, masih ada masyarakat yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya pun sudah susah. Sementara di Tasikmalaya masih ada sekolah yang ambruk.

"Kalau dia mau jadi pemimpin harus siap jadi pelayan masyarakat, apapun diberikan pada masyarakat. Terlebih anggaran APBD yang tidak sedikit," pungkas Adiyana.  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya