Berita

Abdul Fickar (tengah) bersama Saut Situmorang dan Febri Diansyah/RMOL

Politik

Abdul Fickar: KPK Masih Satu-Satunya Harapan Rakyat, Jangan Dilemahkan

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 14:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perppu KPK masih menjadi sorotan masyarakat lantaran hingga saat ini belum dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Padahal, Perppu KPK dinilai akan menyelamatkan lembaga antirasuh tersebut.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengunjungi gedung KPK bersama belasan tokoh lainnya pada Jumat (15/11). Tujuannya, untuk membahas hal tersebut dengan pimpinan KPK.

Abdul Fickar menilai, perppu efektif jika segera dikeluarkan oleh Presiden Jokowi lantaran KPK merupakan satu-satunya lembaga penegakkan hukum yang berdiri secara mandiri. Berbeda dengan polisi, jaksa, dan hakim yang berada di bawah kekuasaan pemerintah.


“Jadi KPK satu-satunya harapan masyarakat ini kemudian diambil alih dan sengaja dilemahkan," ucap Abdul Fickar kepada wartawan.

Dia juga menyoroti UU KPK baru hasil revisi yang hampir tidak ada penindakan. Sebab, semua persoalan bisa ditahan oleh Dewan Pengawas.

“Karena itu, sepertinya ini KPK akan dikembangkan menjadi pencegahan," duganya.

Abdul menambahkan, sejarah pembentukan KPK ialah untuk merespon lemahnya penegakan hukum sebagai lembaga penindakan yang sebenar-benarnya.

"Itu yang harus dicatat oleh banyak orang. Karena itu kemudian kita datang ke sini mendukung KPK. Ini untuk selalu menghangatkan bahwa kita masih butuh KPK, KPK adalah hati nurani kita," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya