Berita

DPRD Kota Semarang mengesahkan RAPBD Kota Semarang senilai Rp 5,256 triliun/RMOL

Nusantara

DPRD Setujui APBD 2020 Kota Semarang Sebesar Rp 5,256 Triliun

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 04:37 WIB | LAPORAN: ICHSAN YUNIARTO

Setelah melalui pembahasan panjang dan marathon, akhirnya DPRD Kota Semarang mengesahkan RAPBD Kota Semarang senilai Rp 5,256 triliun.

Hadir dalam pengesahan RAPBD, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) anggota DPRD dan jajaran OPD Kota Semarang.

Dalam APBD 2020, belanja daerah mencapai Rp 5,256 triliun, sedangkan pendapatan ditetapkan sebesar Rp 5,093 triliun. Sehingga, terdapat defisit Rp 162,786 miliar yang ditutup dengan pembiayaan netto.


Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, Perda APBD ini akan segera dikirimkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk dilakukan evaluasi.

"Setelah disahkan maka akan dikirim ke ke Gubernur Jateng untuk dilakukan evaluasi, paling lama satu minggu hasilnya keluar," ujar Kadarlusman seperti dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (14/11)

Setelah evaluasi turun, pihaknya akan melakukan perbaikan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) jika terdapat hal-hal yang yang perlu diperbaiki.

Namun, jika tidak ada perbaikan, APBD Kota Semarang tahun 2020 sudah bisa digunakan. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta segera melakukan persiapan penggunaan APBD tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku akan menggunakan anggaran tersebut di berbagai sektor.

Pria yang kerap disapa Hendi ini menuturkan, di tahun 2020, pihaknya fokus untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata dan investasi di Kota Semarang.

"Satu di antaranya peningkatan Jalan Sriwijaya yang telah dianggarkan Rp 10 Miliar. Diharapkan, infrastruktur yang tertata di Jalan Sriwijaya dapat menarik para investor untuk mengembangkan Eks Wonderia," ujar Hendi.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, pembebasan lahan di bantaran sungai sudah dilakukan dan tahun  depan akan dilakukan lelang. Adapun pekerjaannya mulai dari Taman Makam Pahlawan hingga arah Eks Wonderia.

Selain Jalan Sriwijaya lanjut Hendi, pihaknya juga berencana mengembangkan infrastruktur di daerah timur sebagai upaya  penyelesaian rob di daerah timur.

"Wilayah timur hampir setahun ini penanganan rob terselesaikan, mudah-mudahan nanti banjir juga terselesaikan. Pasca kering, ternyata banyak lokasi yang memerlukan perawatan khusus seperti jalan rusak, trotoar, pju dan lainnya. Sehingga, arah pengembangan ke wilayah timur," paparnya.

Meski demikian, Hendi menegaskan akan tetap melakukan pengembangan di wilayah lain melalui alokasi anggaran kegiatan musrenbang di setiap kecamatan. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya