Berita

Ahok/Net

Politik

Pengamat: Dosa Ahok Membekas Dan Sulit Dilupakan

KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 | 14:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Rencana mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dipikir secara matang.

Analis politik dari Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira mengingatkan bahwa penunjukan itu akan berdampak besar pada citra Presiden Joko Widodo.

Bagaimanapun juga, katanya, mantan narapidana penistaan agama itu merupakan sosok yang pernah tercatat memiliki dosa kepada rakyat Indonesia.


Sebagaimana catatan Tim Satu Negeri, ada delapan kasus korupsi yang diduga melibatkan Ahok dan belum tuntas. Selain itu, perilaku Ahok selama menjabat gubernur DKI yang gemar memaki rakyat juga masih membekas. Baca: Inilah Dugaan Kasus-Kasus Korupsi Ahok

"Ahok tuh agak berbeda dengan orang biasa. Karena kalau orang biasa melakukan dosa itu bisa saja dilupakan, tapi kalau Ahok berbuat dosa itu bisa sangat membekas diingat terus," ucap Geradi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/11).

Ingatan publik itu, sambungnya, bahkan membuat berapapun besar jasa Ahok menjadi terlihat biasa saja. Dengan kata lain, masyarakat akan sulit melihat sisi baik Ahok setelah sekian banyak hal yang telah dilakukan dan merugikan rakyat.

“Jadi yang resisten itu publik tidak akan pernah punya pikiran positif terhadap Ahok,” tegasnya.

Sehingga, lanjut Geradi, jika Ahok tetap dijadikan direksi di salah satu perusahaan di BUMN, maka akan sangat berdampak besar kepada pemerintah maupun Presiden Joko Widodo.

Terlebih lagi, jika Ahok kembali tersangkut skandal kasus di perusahaan BUMN yang dipimpin.

"Jadi dampaknya akan dua kali lebih besar buat Jokowi atau buat pemerintah," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya