Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Tidak Susah Buat Ahok Jadi Dirut PLN Atau Pertamina

KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 | 10:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dukungan pada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi petinggi di Badan Usaha Milik Negara mulai muncul.

Salah satunya dari Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono. Menurutnya, Ahok tidak akan kesulitan menjadi direktur utama di BUMN, apalagi jika menempati posisi di PLN dan Pertamina.

“Perusahaan yang produknya pasti laku dan sifat usahanya monopoli, enggak ada saingannya di Indonesia dan enggak harus butuh high skill,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/11)


Tantangan Ahok, kata Arief, sebatas melawan para mafia pemburu rente di kedua BUMN tersebut. Mereka, biasanya merupakan orang-orang yang berasal dari lingkaran Presiden Joko Widodo.

Terlepas dari itu, Arief mrnyarankan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak melepas Ahok sendirian. Politisi PDIP itu harus didampingi anggota direksi yang mengerti segala permainan mafia rente di kedua BUMN tersebut.

“Misalnya di PLN itu ada Ahmad Daryoko, mantan Ketua Serikat Pekerja PLN, yang selama menjadi pekerja di PLN gigih membersihkan para pemburu rente,” tegasnya.

Arief menggaransi, jika Ahmad Daryoko mendampingi Ahok, maka tidak akan ada pemburu rente yang berani bermain.

“Kalau bukan Daryoko, ya wasalam saja. Ahok akan banyak tertipu oleh jaringan mafia pemburu rente di PLN,” tegasnya.

Lebih lanjut, waketum DPP Gerindra itu mendukung penuh Ahok masuk ke BUMN. Soal kinerja, Arief menyebut bahwa waktu yang akan menjadi tolak ukurnya.

“Selamat ya Ahok. Kita buktikan dengan waktu yang berjalan nanti apakah Ahok mampu atau tidak,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya