Berita

Prasetyo Edi Marsudi/Net

Politik

Prasetyo Edi Marsudi

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 15:35 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

NONTON ILC semalam. Live at Hotel Borobudur. Ada Bestari Barus, Babeh Ridwan Saidi, Inggard Josua, Taufikurahman, Qudhori dan William dari Fraksi PSI.

Kesimpulan debat; Anies Baswedan pihak yang benar. Ngga ada salahnya.

PSI me-remote William trigger kegaduhan. Gerakan mengambil bentuk "insinuasi" atau tuduhan terselubung. Manufacturing polarisasi opini dan persepsi.


Nari-nari sendirian. Down grade Anies Baswedan dan semua partai DPRD.

Pola serangan terhadap Anies Baswedan bersifat "Confirmation Bias". Posisikan Anies Baswedan dengan persepsi bersalah. Vonis dulu. Kemudian cari kasus dan bukti-bukti. Lem Aibon dan ballpoint disasar.

Yang penting nyaring. Dungu nggak bertepi bukan masalah. Koar-koar nyuratin Pemkot Jakarta; minta draft lengkap komponen anggaran. Sampai empat kali berkirim surat.

Pantas nggak digubris. Lawong berdasarkan tata tertib DPRD, yang punya otoritas bersurat adalah Ketua DPRD yaitu Prasetyo Edi Marsudi.

Jadi nggak bisa sebuah fraksi berinisiatif sendiri. Berdasarkan Tatib DPRD, "Permintaan" disampaikan kepada Ketua DPRD yang bisa menindaklanjuti dengan bersurat ke Gubernur. Kalau nggak begitu, DPRD jadi liar. Nggak tertib. Semau gue. Main hantam kromo. Amatiran.

Faktanya, Ketua TAPD Saefullah telah mengirim dokumen yang diminta PSI ke DPRD pada tanggal 5 Juli 2019. Harinya; Jumat Legi.

Jadi jelas ya. Anggota Dewan Fraksi PSI tidak paham aturan main, nggak ngerti tata-tertib DPRD dan serampangan.

Publik jadi mempertanyakan apa fungsi Ketua DPRD. Peran dalam mengedukasi dan mengarahkan anggotanya tampak minimalis. Dia tidak menetralisir usaha mempermalukan DPRD dengan kedunguan yang dipertontonkan secara vulgar.

Sidang BK telah meminta klarifikasi William. Publik menunggu kesimpulan BK. Hasilnya dikirim kepada Ketua DPRD.

Bila Prasetyo Edi Marsudi tetap tidak melakukan sesuatu untuk menjaga marwah DPRD dan Pemerintahan Daerah maka sudah waktunya DPRD memikirkan Ketua Baru.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya