Berita

Cuitan Masinton Pasaribu/repro

Politik

Masinton Ungkap Proyek Pengadaan Di Kejagung Tanpa Tender

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 00:43 WIB | LAPORAN: ICHSAN YUNIARTO

Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengungkap proyek pengadaan di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Sedikitnya ada enam proyek pengadaan di Kejagung RI yang dilakukan dengan penunjukan langsung atau tanpa tender.

"Saya sedang memantau enam  proyek pengadaan di Kejaksaan Agung RI dengan penunjukan langsung tanpa tender dalam jumlah besar Rp 899,5 miliar," kata Masinton lewat akun Twitternya, Senin (11/11).


Politisi PDI Perjuangan itu pun memaparkan enam proyek tanpa tender tersebut. Menurutnya, anggaran proyek itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

"Pengadaan perangkat operasi Intelijen dengan pagu anggaran Rp 73.883.698.000," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Masinton, ada pengadaan peralatan counter survaillence tahap III dengan pagu Rp 379,8 miliar. Ada juga pengadaan peralatan pengoptimalan kemampuan monitoring centre Kejagung RI dengan pagu Rp 182 miliar.

"Pengadaan system monitoring dan analisis cyber dengan pagu Rp 107,8 miliar. Pengadaan perangkat analisis digital cyber dan persandian dengan pagu Rp 106,8 miliar," paparnya.

"Pengadaan peralatan dan sistem manajemen informasi DPO dengan pagu Rp 49,3 miliar," lanjutnya.

Masinton sadar jika penunjukan langsung memang telah diatur di dalam Permenkeu. Meski begitu, dia akan tetap mengawasi proyek tersebut.

"Benar diatur dalam Permenkeu tentang penunjukan langsung untuk spesifikasi barang tertentu. Yang perlu kita perhatikan adalah kelayakan perusahaan pengadaannya, kualitas barang dan kemanfaatannya," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya