Berita

Gubernur Anies Baswedan/Net

Publika

Polemik Wagub Jakarta

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 18:29 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

GUBERNUR Anies Baswedan works alone. Tanpa Wakil Gubernur. Sudah 1,3 tahun. Lama banget. Pantes masuk Museum Record.

Dia kadang ngeluh. Enggak adanya Wakil Gubernur sedikit-banyak bikin repot. Serangan manipulative polemik anggaran. Ceritanya lain apabila ada Wakil Gubernur yang bantu di masalah teknis dan contra-issue.

Partai Gerindra kasih chance PKS sodorkan Calon Wagub. Nama "Agung Yulianto" dan "Ahmad Syaikhu" diendorse. Keduanya dari PKS.


Anies Baswedan lalu mengajukan dua nama itu ke DPRD Jakarta pada 4 Maret 2019.

Panitia Khusus dibentuk. Kun-ker ke Grobogan dan Riau. Sukses bahas draft Tatib Pemilihan Wakil Gubernur pengganti Sandiaga Uno.

Tahap selanjutnya adalah rapat pimpinan gabungan (rapimgab) DPRD DKI. Di sini proses mandek. Tiga kali molor. Rapimgab tidak pernah kuorum. Pimpinan Pansus Ongen Sangaji dan Bestari Barus tak berdaya.

Ini bahasa politik. DPRD tidak setuju dua calon pengganti wakil gubernur dari PKS.

Berdasarkan aturan, kedua partai pengusung berhak sodorkan dua nama. Artinya satu dari PKS dan satu lagi dari Gerindra. Demikian proses demokrasi yang benar.

Pilpres selesai. Era baru dimulai. Konstelasi politik berubah. Kontrak politik expired. Proses politik berdasarkan tempus delicti mutakhir. Dinamika politik tidak mengenal asas retroaktif, ex post facto atau tidak berlaku surut. Dalam bahasa hukum; stratfrecht heeftgeen terugwerkende kracht.

Poros baru tercipta. MRT Summit. Koalisi Adil-Makmur bubar. PKS nyinyir, nyerang & nyindir-nyindir Gerindra. Di pemilihan Ketua MPR, Gerindra ditinggal sendirian. Akhirnya Nasdem dan PKS berpose 'Pelukan Teletubbies'. Tidak ada lagi kategori nisbi "Partai Pro Penista Agama".

Politik lokal Jakarta kena imbas. Mau enggak mau, suka tidak suka, semua komponen politik harus beradaptasi & menyesuaikan diri dengan arus perubahan. The wind of change has begun to develop.

Deadlock Wakil Gubernur harus diberesin. Jangan biarkan Anies Baswedan kerja sendirian. Dikerjain haters dan PSI.

Dalam rangka menghancurkan deadlock itu, Partai Gerindra sodorkan empat nama calon pengganti wakil gubernur; Saefulloh, Ferry Juliantono, Arnes Lukman, dan A Riza Patria.

Keempatnya orang baik. Qualified bantu kerja gubernur. Jangan ada dua matahari kembar.

Tapi alas, Terobosan Gerindra itu direspon negatif oleh Ahmad Syaikhu. Dia berkata, "Masyarakat akan menilai Gerindra tidak komitmen, karena tidak memiliki etika politik".

Kepentingan pribadi, egoisme dan ambisinya terganggu dengan adanya kandidat dari Gerindra. Namanya bisa langsung masuk kotak. Enggak sampe pembahasan rapimgab.

Bila dua nama calon pengganti wakil gubernur tetap dari PKS, niscaya deadlock akan terus terjadi. Nasib rakyat Jakarta dan kinerja Anies Baswedan dipertaruhkan.

Tampaknya PKS kurang sadar; kesabaran rakyat Jakarta tinggal sedikit. Mereka tidak suka gubernurnya dipermainkan tanpa wakil gubernur.

Jangan pernah mengira PKS penentu nasib Jakarta. Ada 10 juta orang Jakarta dan PKS hanya dipilih 917.005 suara.

Mekanisme demokrasi dan bukan diktatorial ala PKS seharusnya jadi rule of the game pemilihan wakil gubernur pengganti. Sehingga PKS tidak disalahkan menjadi sumber tidak adanya Wakil Gubernur Jakarta dan penyebab deadlock.

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya