Berita

Ketum Nasdem Surya Paloh/RMOL

Politik

Siapa Partai Tak Pancasilais Versi Surya Paloh?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 01:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menyebut ada partai yang ngaku-ngaku sebagai partai pancasilais. Hal itu dikatakan Paloh saat berpidato di pembukaan Kongres Nasdem II, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Saat disinggung siapa partai yang dimaksud, Paloh enggan menjawabnya.

"Ya siapa kita enggak tahu," kata Paloh kepada wartawan.


Paloh hanya menjawab normatif saat dicecar pertanyaan tersebut. Menurutnya parpol yang tidak pancasilais itu adalah partai yang tidak mengindahkan nilai-nilai pancasila.

"Ya (partai) yang melanggar semua norma pancasila, ya tidak pancasilais," kata dia.

Meski demikian, Paloh sempat menyinggung parpol yang suka marah itu disebutnya kurang pancasilais.

"Jadi kalau ada partai kita yang bawa marah aja, nah dia kurang pancasilais. Kan ada juga ada marah, senyum boleh," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam pidato pembukaannya, Paloh menyebut ada partai yang mengaku-ngaku pancasilais. Dia pun meminta partai tersebut membuktikan pancasilais partai tersebut.

"Ngakunya partai nasionalis partai yang pancasilais, ya buktikan saja di rakyat yang membutuhkan pembuktian. Partai mana yang paling menanamkan nilai-nilai Pancasila, saudara-saudara," tuturnya.

"Kalau partai yang masih mengundang cynical propaganda yang kosong, mengajak berkelahi satu sama yang lainnya, yang pasti itu bukan Pancasilais itu," sindirnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya