Berita

Surya Paloh peluk Sohibul Iman saat berkunjung ke Kantor DPP PKS/Net

Politik

Ketum Nasdem: Kalau Ngaku Partai Pancasilais, Rangkul Teman Jangan Dimusuhi

JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 21:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyindir sejumlah partai yang mengaku pancasilais, tapi di satu sisi tidak mengamalkan ajaran Pancasila dengan baik.

Menurutnya, gembar-gembor Pancasila tidak cukup hanya diucapkan, tapi harus dibuktikan secara nyata.

“Eh buktikan saja. Rakyat butuh pembuktian partai mana yang paling mengamalkan nilai Pancasila,” ujarnya saat memberi sambutan dalam Kongres II dan Harlah ke-8 Partai Nasdem yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).


Bagi Surya Paloh, partai yang masih membawa aroma perkelahian dalam berhubungan, maka itu bukan Pancasila. Untuk itu, kepada kader-kader Nasdem, Surya mengajak untuk rendah hati. Dia meminta kader untuk merangkul teman maupun lawan.

“Bersikaplah rendah hati. Rangkul teman, salami teman, tawarkan pikiran-pikiran bersama teman. Jangan musuhi teman. Itu baru mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Surya sebelumnya sempat mengaku aneh saat pelukannya dengan Presiden PKS Sohibul Iman ditaksirkan ke mana-mana. Bahkan Presiden Joko Widodo sempat menyindir hal itu di HUT ke-55 Partai Golkar.

“Berkunjung ke kawan mengundang kecurigaan. Ini bangsa model apa seperti ini? Tingkat diskursus paling picisan menurut saya,” tegasnya.

Menurutnya ada paradoks yang terjadi di negeri ini. Di satu sisi menggemborkan keinginan maju, tapi fakta menyebut sedang melangkah ke belakang.

“Kita bilang gotong-royong, tapi ada yang pentingkan diri sendiri dan ingin yang lain mati saja. Kalau begitu kita akan menjauhi Pancasila,” punkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya