Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

Politik

Dahnil Semprot Eks Staf Ahok Saat Bahas Anggaran Tim Anies

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 16:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Usulan anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta yang mencapai Rp 26,5 miliar di tahun 2020 menuai pro dan kontra di publik. Ada yang mempermasalahkan anggaran tim Anies Baswedan itu diambil dari APBD DKI Jakarta.

Salah satu yang mempersoalkan tersebut adalah anggota DPRD DKI Ima Mahdiah. Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu menguraikan bahwa tim gubernur di era Ahok tidak menggunakan APBD.

Gaji tim gubernur, katanya, tidak pernah dianggarkan dalam APBD.  


“Tim gubernur pada masa Pak Basuki dibiayai dengan menggunakan dana operasional gubernur, bukan melalui APBD,” ujarnya dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (7/11).

Kicauan ini langsung disambar oleh Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia memberi pencerahan kepada politisi PDI Perjuangan tersebut mengenai substansi dari gaji tim gubernur.

“Mbak maaf, saya bantu sedikit menerangkan ya. Anda anggota DPRD kan? Dana operasional gubernur itu asalnya dari APBD,” terang mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Sementara itu, seorang warganet mengomentari pernyataan Dahnil. Dia menyebut, jika TGUPP dialikasikan langsung dari APBD DKI, maka budget mereka dobel.

“Maksudnya TGUPP itu diambil saja lah dari dana operasional gubernur. Jadi bukan budget tersendiri yang terpisah,” ujar akun @tikasinaga.

Dahnil justru balik bertanya mengenai dobel anggaran yang dimaksud warganet tersebut. Dia menerangkan bahwa dobel anggaran bisa terjadi jika seseorang dibayar oleh APBD atau APBN untuk jabatan yang berbeda.

“Kalau yang kau maksud itu bukan double hanya beda akun dan alokasi saja. Kau sudah paham?” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya