Berita

Fentanyl jadi jenis narkotika yang banyak beredar di China/Net

Dunia

Zero Tolerance, China Hukum Berat Pelaku Penyelundupan Narkoba

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 14:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah China menunjukkan komitmen mereka yang zero toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba. Dengan bantuan Amerika Serikat, sejumlah pelaku penyelundupan barang terlarang itu bisa dibekuk dan mendapat hukuman berat.

Kamis (7/11), para pejabat China mengadakan konferensi pers dan mengumumkan satu orang pelaku penyelundupan narkoba telah dijatuhi hukuman mati. Sementara dua orang lainnya dihukum seumur hidup karena menyelundupkan fentanyl ke negeri Paman Sam. Selain ketiga orang tersebut, masih ada beberapa belas orang lainnya yang ikut ditangkap.

Dilansir dari StraitsTimes, penangkapan lebih dari 20 orang penyelundup narkoba ini adalah bentuk kesuksesan kerja sama investigasi antara pihak keamanan China dan Departemen Imigrasi dan Penindakan Kepabeanan AS.


"Ini lebih lanjut menunjukkan sikap konsisten pemerintah China yang nol toleransi terhadap kejahatan narkoba," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Kontrol Narkoba China, Yu Haibing.

Ketika ditangkap, Yu menuturkan, pihaknya menindak sebuah pangkalan fentanyl dan dua outlet penjualan. Dalam penyergapan tersebut, berhasil disita 11,9 kg fentanyl bersama dengan 19,1 kg obat lainnya termasuk alprazolam.

Fentanyl sendiri termasuk ke dalam bahan baku pembuatan obat yang menimbulkan potensi ketergantungan tinggi. Dalam dunia kesehatan, fentanyl adalah opsi terakhir yang dapat digunakan.

AS sendiri sudah lama mengkritik China atas penyebarluasan obat-obat berbahaya tersebut di sana. Presiden AS Donald Trump bahkan menyalahkan negeri tirai bambu ini atas ribuan kematian akibat overdosis di AS.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya