Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BPJS Kesehatan: Rasionalisasi Iuran Untuk Kurangi Defisit Anggaran

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 04:04 WIB

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI kembali memanggil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada Rabu siang (6/11) untuk hadir dalam rapat dengar pendapat. Rapat itu membahas mengenai permasalahan yang dialami oleh BPJS, termasuk defisit yang dialami BPJS.

Rapat dihadiri oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni dan jajaran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Dalam permasalahannya, pemerintah memilih satu dari tiga solusi yang ditawarkan oleh BPJS yaitu rasionalisasi iuran.


"Rasionalisasi iuran dianggap bisa mengurangi defisit, paling tidak persoalan telat bayar menjadi angka yang lebih rendah," ungkap Fahmi Idris.

Permasalahan defisit yang dialami oleh BPJS ini dikomentari oleh anggota Komisi IX dari fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay. Saleh meminta penjelasan kepada perwakilan pemerintah untuk menjelaskan berbagai inovasi yang dilakukan untuk menutup defisit.

"Tolong carikan inovasi-inovasi baru dalam rangka menutupi defisit BPJS dan dalam rangka menyiapkan akses pelayananan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Saleh menyebut, berdasarkan data BPKP, BPJS memiliki potensi piutang dengan presentase 53,72%. Menurutnya, piutang ini harus segera ditagih karena kolektabilitas dari iuran BPJS itu sangat rendah.

Defisit yang dialami BPJS ini juga diakibatkan karena utang sebanyak Rp 300 miliar kepada Rumah Sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Menurut Saleh, jangan sampai operasional rumah sakit yang membantu masyarakat terkendala hanya karena persolan internal di BPJS yang tidak kunjung bayar.

Dalam rapat yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu, juga membahas mengenai saran yang telah diterima oleh Dewan Pengawas. Total sebanyak 213 saran telah diterima oleh Dewas, 188 saran sudah dikerjakan, dan 25 saran sedang dikerjakan.

Sejauh ini, Saleh melihat berabagai saran yang sudah ditindaklanjuti tidak tidak berdampak karena tidak mengurangi defisit.

"Pelayanan tetap buruk, masyarakat tetap komplain dan tidak puas," tandas Saleh.

Komisi IX menuntuk kepada BPJS Kesehatan untuk untuk selalu mengawal sistem pembiayaan, sistem pendataan, sistem kepesertaannya BPJS. Sarah Anggita

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya