Berita

Presiden Chile/Net

Dunia

Presiden Chile Ogah Mundur Meski Ditekan Pengunjuk Rasa

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Chile Sebastian Pinera memastikan bahwa dia enggan mundur dari jabatannya meski ada gelombang protes yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir.

Dia menyatakan bahwa dia akan menyelesaikan masa jabatannya hingga akhir periode, sesuai dengan mandat yang dia terima.

Pinera menyebut bahwa dia dipilih secara demokratis oleh sebagian besar warga Chile. Meski ini ada gelombang protes, namun itu bukan satu-satunya alasan yang dapat digunakan untuk membuatnya mundur dari jabatannya.


Dalam sebuah wawancara dengan BBC, pria 69 tahun itu mengatakan bahwa gelombang protes telah mengubah segalanya di negara tersebut. Namun dia masih memiliki harapan bahwa semuanya akan berumah menjadi lebih baik.

"Saya memiliki keyakinan pada tugas saya sebagai presiden dan saya bersumpah untuk mematuhi tugas itu, untuk meningkatkan kualitas hidup warga negara kami," kata Pinera.

Gelombang protes yang terjadi di Chile sendiri diketahui telah merenggut 18 nyawa dan melukai ribuan orang lainnya selama dua minggu terakhir.

Protes dimulai karena adanya kenaikan tarif angkutan umum tetapi telah meluas untuk mencakup pensiun bagi warga miskin, tingginya biaya utilitas, obat-obatan dan tol jalan serta layanan umum yang tambal sulam, dan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Pinera menanggapi gelombang protes dengan menyatakan keadaan darurat dan mengirim tentara ke jalan-jalan.

Selain itu, dia juga melakukan perombakan kabinet dengan memecat delapan menteri kabinet, termasuk menteri dalam negeri dan keuangan, dan mengumumkan rencana sosial baru yang termasuk memperkuat upah minimum dan pembayaran pensiun.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya