Berita

Kapolri Jenderal Idham Azis/Net

Politik

Jadi Kapolri, Jenderal Idham Azis Perlu Perjelas Definisi Radikalisme

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 03:10 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Negara  Republik Indonesia (Kapolri), di Istana Negara, Jakarta, Jumat pagi (1/11). Idham Azis dilantik setelah seluruh anggota Komisi III secara aklamasi memilih nama yang direkomendasikan Jokowi.

Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, sebagai Kapolri Idham Azis harus menjalankan fungsi penegakan hukum dan melindungi seluruh masyarakat.

Idham, kata Suparji, perlu melakukan reformasi mental dan kultural agar penegakan hukum bisa lebih humanis.


"Harus bisa menciptakan atmosfer penegakan hukum yang humanis, bukan membuat takut atau berjarak dengan masyarakat," tandas Suparji kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/11).

Selain itu, ujar Suparji, Kapolri perlu memperjelas definisi dan kualifikasi radikalisme. Tujuannya, untuk menghilangkan rasa saling curiga di masyarakat terkait radikalisme.

Suparji melihat, saat uji kelayakan dan kepatutan, Idham Aziz menyebutkan bahwa radikalisme tidak identik dengan agama. Mantan Kabareskrim itu, tambah Suparji, menyebutkan bahwa radikalisme dilakukan oleh oknum yang tidak berdasar pada sumber nilai agama.  

"Sebagai Kapolri harus bisa memperjelas kualifikasi radikalisme dengan ukuran yang jelas dan terukur sehingga tidak multi tafsir yang berdampak rasa saling curiga di masyarakat," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya