Berita

Nadiem Makarim/Net

Politik

Jokowi Beri Sinyal Dampingi Nadiem Dengan Wamen

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 | 20:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sempat pikir-pikir untuk mengajukan posisi wakil menteri kepada Presiden Jokowi. Bos Gojek itu mengaku masih perlu melihat terlebih dahulu kebutuhan dalam memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Saya masih evaluasi dulu. Lihat dulu apa yang dibutuhkan. Tapi itu kehendaknya presiden, bukan punya saya," begitu kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/10) lalu. 

Tapi kini, justru Jokowi memberi sinyal akan memasangkan Nadiem dengan seorang wakil menteri.


Peluang wakil menteri untuk Nadiem, tertulis dalam beleid Peraturan Presiden (Perpres) 72/2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui laman Sekretariat Kabinet, Minggu (3/11).

Perpres itu menyebutkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan dipimpin oleh Menteri.

Pada pasal 2 ayat 1 perpres ini disebutkan, dalam memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menteri akan dibantu oleh wakil menteri sesuai dengan penunjukan Presiden.

Dalam perpres ini disebutkan, wakil menteri memiliki sejumlah tugas dalam membantu menteri dalam memimpin pelaksanaan tugas kementerian meliputi membantu menteri dalam perumusan dan atau pelaksanaan kebijakan kementerian.

Kita tunggu saja, benarkah Nadiem akan diberi pendamping alias Wamen. Lalu siapakah dia?

Ketika berbincang dengan media di Istana Jakarta, Jokowi mengatakan, dipilihnya Nadiem Makarim di posisi Mendkbud sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui teknologi tinggi.

Namun, Jokowi mengakui bahwa Nadiem Makarim meminta waktu lebih untuk merealisasikan visi misi pemerintahan.

"Mas Menteri minta, beri waktu saya 100 hari untuk menyiapkan dan merancang itu," kata Jokowi, yang memang menyebut Nadiem dengan sebutan Mas Menteri. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya