Berita

Pembagian masker di India/Net

Dunia

Kabut Asap Selimuti New Delhi Pasca Perayaan Diwali, Pemerintah Siapkan Lima Juta Masker

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 | 07:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga di New Delhi India harus sejenak melupakan langit cerah beberapa saat karena tengah menghadapi masalah polusi udara yang buruk.

Kabut tebal berwarna cokelat menyelimuti kota tersebut sejak seminggu terakhir dan belum juga menunjukkan tanda-tanda pergeseran.

Menteri utama Delhi Arvind Kejriwal pada Jumat (1/10) mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat umum dan mengatakan bahwa kabut asap telah menyebabkan kota itu berubah menjadi kamar gas.


Dikabarkan The Guardian, krisis polusi udara telah menjadi semacam tradisi tahunan di New Delhi pada tahun ini. Kabut asap muncul berkat perpaduan antara asap beracun dari petasan yang dinyalakan selama perayaan Diwali sepekan lalu dan ulah para petani di daerah tetangga Punjab dan Haryana yang membakar tunggul tanaman serta perubahan suhu.

Indeks kualitas udara di New Delhi bahkan melonjak hingga di atas 500 minggu ini, atau 20 kali lebih tinggi daripada yang dianggap sehat oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Akibatnya, banyak sekolah diliburkan hingga awal pekan depan dan konstruksi bangunan diperintahkan untuk berhenti. Pemerintah New Delhi pun tengah mempersiapkan lima juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

Selain itu, mulai Senin (4/10), New Delhi akan mulai melakukan uji coba skema genap-ganjil.

Seorang wakil kepala sekolah di Queen Mary di New Delhi, Rachel Rao mengatakan, mereka terpaksa membatasi kegiatan di luar ruangan bagi mereka yang ada di sekolah.

"Selama 10 tahun terakhir situasinya semakin buruk, kami tidak pernah melihat polusi seperti ini," kata Rao.

"Beberapa hari terakhir benar-benar mengerikan. Kami telah melihat banyak murid kami jatuh sakit dan mengeluh kesulitan bernapas," sambungnya.

"Sebelum Diwali, kami mencoba menyebarkan kesadaran di kalangan siswa kami tentang tidak membakar petasan, dengan harapan mereka akan membawa pesan itu kembali ke rumah. Tetapi pemerintah Delhi, pemerintah Punjab, pemerintah Haryana, dan pemerintah pusat seharusnya memberikan solusi yang lebih baik daripada hanya saling menyalahkan atas masalah tersebut," sambungnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya