Berita

Acara Kedubes RI di Taedonggang Diplomatic Club Pyongyang, Korea Utara/Istimewa

Dunia

Kedubes RI Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia dan Korea Utara

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 13:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Indonesia dan Korea Utara punya sejarah hubungan baik yang cukup panjang. Karena itu, untuk memperkuat hubungan baik yang telah terbina, Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea Utara terus mendorong upaya proaktif untuk saling mempromosikan kedua negara.

Dalam pidato sambutan resepsi dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taedonggang Diplomatic Club Pyongyang, (30/10) lalu, Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, menyampaikan capaian penting Indonesia di bidang politik dan ekonomi sejak 74 tahun merdeka.

Terutama beberapa tahun terakhir, peranan Indonesia dalam forum internasional dan rencana KBRI untuk meningkatkan kerja sama kedua negara di masa mendatang.


"Momentum perayaan resepsi kali ini mempunyai makna khusus, karena Indonesia baru saja berhasil menyelenggarakan suatu proses pemilihan umum yang paling rumit dalam sejarah Indonesia. Bayangkan pemilih yang berjumlah 190 juta orang harus memilih calon presiden dan wakil presiden, anggota parlemen tingkat nasional dan daerah, serta senator secara serentak dalam satu hari di 810.000 bilik suara di 7.201 kelurahan dan 514 kota/kabupaten," papar Dubes Berlian, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11).
 
Dia menambahkan,"Setelah melalui proses yang cukup rumit, Presiden Joko Widodo telah terpilih kembali dan dilantik pada 20 Oktober 2019. Dan pada 23 Oktober lalu, susunan pemerintahan baru telah terbentuk yang ternyata mendapat sambutan positif dari pasar global dan masyarakat internasional. Ini kemenangan bukan hanya untuk pribadi Presiden Joko Widodo, tetapi kemenangan bagi persatuan Indonesia yang sangat beragam."

Lebih lanjut Dubes Berlian menegaskan bahwa Indonesia dan Korea Utara memiliki dasar hubungan sejarah yang sangat kuat sejak kunjungan Presiden Soekarno ke Pyongyang pada 1964 dan kunjungan Presiden Kim Il Sung ke Indonesia pada 1965.

Hubungan persahabatan kedua negara terus berlanjut dengan pertemuan Presiden Megawati dengan Chairman Kim Jong Il di Pyongyang pada tahun 2002 dan 2006 serta pertukaran kunjungan para pemimpin kedua negara selanjutnya.

”Untuk menjaga momentum hubungan bersejarah tersebut dan mendorong peningkatan kerja sama kedua negara di masa mendatang, KBRI akan terus proaktif mempromosikan kerja sama di berbagai bidang. Di antaranya pertukaran tim olahraga, misi kebudayaan, pelajar/ahli, pengajaran bahasa Indonesia, pemutaran film, dan promosi kuliner/demo masakan Indonesia. Serta pertukaran satwa antara orangutan dan harimau Korea yang diharapkan dapat menjadi simbol baru bagi persahabatan kedua negara selain bunga Kimilsungia," urai Berlian.

”Saat jamuan makan malam, kami juga sampaikan bahwa KBRI akan terus mendorong promosi hubungan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan antara lain melalui pameran dagang musim semi dan musim gugur, pertemuan bisnis dan melalui Gerai Produk Indonesia yang dibangun sejak September lalu di KBRI Pyongyang. Di samping itu, kami juga sudah membangun Galeri Budaya dan Pariwisata Indonesia di KBRI pada Agustus lalu," lanjut Dubes.

Sementara itu, dalam sambutan balasannya, tamu kehormatan Pak Kyong Il menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-74 RI serta mengapresiasi capaian-capaian Indonesia dalam pembangunan di bidang ekonomi dan politik selamat 74 tahun ini.

Ia menambahkan, Korea Utara senantiasa menjunjung tinggi hubungan tradisional kedua negara yang telah dibangun oleh Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung. Serta mengembangkan dan memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai bidang.

"Tidak hanya pada tataran bilateral, Indonesia juga turut aktif dalam forum internasional. Dalam kaitan ini, kami sampaikan bahwa Indonesia mengikuti dengan seksama perkembangan terakhir di Semenanjung Korea. Kami sampaikan harapan agar semua pihak terkait dapat mencapai kesepakatan dan masalah Semenajung Korea dapat segera diselesaikan secara damai,” tandas Pak Kyong Il.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya