Berita

Presiden Suriah Bashar al-Assad/Net

Dunia

Presiden Assad: Wilayah Eks Pendudukan Kurdi Harus Kembali Ke Suriah

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa tujuan utama pemerintahnya adalah mengembalikan otoritas negara atas wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok Kurdi di Suriah timur laut setelah penarikan pasukan Amerika Serikat secara tiba-tiba awal Oktober lalu.

Dia memperkirakan bahwa hal itu akan dilakukan secara bertahap.
Dalam sebuah wawancara televisi pemerintah (Kamis, 31/10), Assad juga mengatakan bahwa kesepakatan antara Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengusir milisi YPG yang dipimpin Kurdi dari "zona aman" sejauh 30 km di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki merupakan hal yang positif. Hal itu akan membantu Suriah mencapai tujuannya.

"Mungkin tidak akan mencapai segalanya, tapi itu membuka jalan untuk membebaskan daerah ini dalam waktu dekat yang kami harap," kata Assad seperti dikabarkan Reuters.

"Mungkin tidak akan mencapai segalanya, tapi itu membuka jalan untuk membebaskan daerah ini dalam waktu dekat yang kami harap," kata Assad seperti dikabarkan Reuters.

Assad juga mengatakan keputusan Trump untuk mempertahankan sejumlah kecil pasukan Amerika Serikat di wilayah-wilayah Suriah yang dikuasai Kurdi yang kaya minyak menunjukkan bahwa Amerika Serikat adalah kekuatan kolonial.
Meski begitu dia mengakui bahwa mengakhiri kehadiran pasukan Amerika di tanah Suriah tidak akan segera tercapai dalam waktu dekat ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya