Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kecaman AS Atas Kebijakan China Di Xinjiang Tidak Membantu Negosiasi Dagang Kedua Negara

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 07:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kecaman Amerika Serikat terhadap kebijakan pemerintah terhadap kelompok Uighur di wilayah Xinjiang tidak akan membantu negosiasi perdagangan kedua negara. Hal itu disampaikan oleh dutabesar China untuk Amerika Serikat, Zhang Jun (Selasa, 29/10).

Diketahui bahwa Amerika Serikat bersama dengan Inggris dan 21 negara lainnya mendorong China untuk berhenti menahan warga Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang.

"Pembicaraan perdagangan sedang berlangsung dan kami melihat kemajuan," kata Zhang seperti dikabarkan Reuters.


"Saya tidak berpikir itu membantu untuk memiliki solusi yang baik untuk masalah pembicaraan perdagangan," sambungnya.

Diketahui bahwa kedua negara terkunci dalam perang dagang selama beberapa bulan terakhir di mana Amerika Serikat dan China saling melemparkan tarif dagang.

Namun baru-baru ini, kedua negara kembali membuka pintu dialog untuk menemukan solusi atas masalah perdagangan

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya