Berita

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Joko Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono/Repro

Politik

Arief Poyuono: AHY Gagal Jadi Menteri Karena SBY Mencla-Mencle

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 14:46 WIB | LAPORAN: ICHSAN YUNIARTO

Gagalnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) duduk di kursi menteri Kabinet Indonesia Maju karena tidak konsistennya sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, AHY bisa jadi menteri jika SBY dengan tegas mau berkoalisi dengan pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Gagalnya AHY masuk menjadi anggota kabinet Joko Widodo-Maruf Amin lebih banyak disebabkan mencla-menclenya Demokrat, SBY dan kader Demokrat untuk secara tegas menyatakan berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-Maruf," ujar Arief Poyuono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/10).


Arief juga menduga, jika gagalnya AHY bukan karena dendam kesumat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap SBY dan keturunannya

"Tapi lebih pada komitmen Demokrat yang tidak tegas akan bergabung dengan koalisi parpol pengusung Jokowi," imbuhnya.

"Coba kalau lebaran Idul Fitri, SBY yang lebih muda dari Ibu Mega datang silaturahmi ke Teuku Umar sambil nenteng AHY, pasti akan terlihat komitmen SBY untuk gabung ke koalisi, jangan cuma ngutus AHY waktu itu," lanjutnya.

Dengan tak dipilihnya AHY jadi menteri Jokowi, lanjut Arief, bisa menjadi kesempatan AHY untuk lebih belajar politik dan mendekatkan diri dengan rakyat.

"Apalagi tahun depan pilkada serentak. AHY bisa tampil di semua kampanye Pilkada nanti. Kalau itu dijalankan, prediksi saya AHY akan jadi Presiden RI pada pilpres 2024," tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya