Berita

Koordinator Seni Tradisi DPP PKS, Didik Akhmadi/Ist

Politik

Bersiap Jadi Oposisi, PKS Bakal Resapi Cerita "Wisanggeni Gugat"

SABTU, 26 OKTOBER 2019 | 02:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kegiatan pelestarian seni budaya digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda. PKS menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Warseno Hardjodarsono atau yang akrab dikenal Ki Warseno Slank di halaman Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10).

Lakon yang akan dimainkan Ki Warseno Slank adalah Wisanggeni Gugat. Lakon ini sengaja diangkat karena sesuai dengan apa yang akan dilakukan PKS.

Koordinator Seni Tradisi DPP PKS, Didik Akhmadi menguraikan bahwa Wisanggeni merupakan tokoh yang istimewa. Putra dari Arjuna ini dikenal sebagai sosok yang tegas dalam bersikap dan berani melawan kezaliman.


Sifat-sifat Wisanggeni itu, sambung Didik akan diresapi oleh para kader PKS untuk berjuang sebagai oposisi.

Cerita ini mengambil latar saat lima Pandawa kalah bermain dadu dengan para kurawa. Para pandawa kemudian menyerahkan begitu saja kerajaan Kerajaan Astina kepada pemimpin kurawa, Duryodana sebagai piala kemenangan.

“Barisan anak-anak muda ini, ada Wisanggeni, Antasena merebut kembali. Mereka mengugat penyerahan kerajaan Astina. Semangat ini yang sebagai oposisi berusaha PKS resapi, bahwa kita harus cerdas, kuat untuk bisa melawan segala hal yang menyulitkan rakyat," urainya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (25/10).

Didik menerangkan, selain Ki Warseno Slank, juga akan hadir seniman ludruk, Kirun yang akan menghangatkan suasana.

Kegiatan ini merupakan kali ketiga PKS menggelar pagelaran wayang kulit di kantor DPP. Menurut Didik, ngaji budaya dengan pagelaran wayang kulit merupakan wujud kecintaan PKS terhadap kebudayaan Indonesia.

"Kita tidak bisa melepaskan diri dari budaya. Hal ini tentu yang kita perhatikan tidak hanya aspek politik saja, namun juga seluruhnya. Serta penjagaan terhadap budaya bangsa sendiri adalah wujud dari kecintaan terhadap bangsa," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya