Berita

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo/Net

Politik

Rekam Jejaknya Ciamik, Dua Posisi Ini Pantas Diduduki Prabowo Subianto

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 04:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Teka-teki kedudukan Prabowo Subianto dan Gerindra untuk berkoalisi atau oposisi terjawab sudah usai merapat ke Istana Negara pada Senin (21/10).

Usai pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo, Prabowo terang-terangan bersedia membantu pemerintah di bidang pertahanan.

Berkaca dari rekam jejaknya, mantan Danjen Kopassus itu bahkan dinilai cocok untuk menduduki beberapa pos.


"Selain sebagai Menhan, Prabowo Subianto juga pantas menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)," kata Direktur Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara kepada Kantor berita Politik RMOL, Selasa (22/10).

Kedudukan Wantimpres dinilai akan sama seperti posisi Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang didapuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Bedanya, kata Igor, Prabowo akan menjadi eksekutor kebijakan pertahanan dan keamanan RI.

"Dan tentunya akan memegang anggaran paling besar dari semua jajaran kementerian lainnya, yaitu sekitar Rp 127,4 triliun di 2020," sambungnya.

Baginya, rekam jejak Prabowo selama aktif sebagai tentara luar biasa. Terlebih Prabowo merupakan mantan jendral yang berpengaruh dan memiliki banyak pengikut.

Namun tak dipungkiri, penyusunan kabinet merupakan hak prerogratif presiden, bukan partai politik. Atas dasar itu, jelasnya, wajar jika Partai Gerindra dan Prabowo diajak Presiden Joko Widodo membantu pemerintahan saat ini.

"Bergabungnya Gerindara dan Prabowo akan membuat pemerintahan Joko Widodo relatif stabil dan persatuan pasca Pilpres 2019 yang membelah masyarakat mudah terealisasi," demikian Igor.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya