Berita

Poster kampanye untuk pemilu Mozambik/Net

Dunia

Bekas Pemberontak Mozambik Tuduh Petahana Curangi Pemilu

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 07:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Partai oposisi utama Mozambik, Renamo menyerukan agar pemilihan pekan ini dibatalkan. Seruan itu dikeluarkan karena mereka menuduh pemerintah melanggar kesepakatan damai dengan menggunakan kekerasan dan intimidasi pada hari pemungutan suara awal pekan ini.

Diketahui bahwa sebagian hasil dari pemilihan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Filipe Nyusi dan partai Frelimo yang berkuasa menuju kemenangan besar. Namun pemilu tersebut diganggu oleh klaim penipuan dan penyimpangan.

Dengan sepertiga suara nasional dihitung, hasil di situs web Komisi Pemilihan Umum menunjukkan Presiden Nyusi memimpin dengan 69 persen dan pemimpin Renamo Ossufo Momade dengan 25 persen.


Renamo menuduh Frelimo melanggar penghentian perjanjian permusuhan di bawah perjanjian damai yang diteken Agustus lalu. Dalam perjanjian itu, kedua belah pihak harus melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi dalam mengejar tujuan politik.

Partai itu mengatakan beberapa delegasi ditangkap setelah mereka mendapati panitia pemilihan membagikan lebih dari satu surat suara Frelimo kepada para pemilih.

"Ada penangkapan sewenang-wenang terhadap agen dan pemilih yang mencoba mengeluh tentang apa pun, isian kotak suara, karena tidak dapat menggunakan hak untuk memilih," kata Renamo dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Al Jazeera.

Partai tersebut menyerukan pembatalan pemungutan suara dan meminta pemilihan baru digelar di bawah pengawasan yang dilakukan oleh entitas terkemuka.

Pemilu tersebut merupakan ujian tersendiri bagi kesepakatan perdamaian yang rapuh antara Frelimo dan Renamo, yang merupakan bekas kelompok pemberontak.

Diketahui bahwa kedua belah pihak terlibat perang saudara yang brutal dari tahun 1975 hingga 1992 yang berdampak pada kehancuran ekonomi dan menyebabkan hampir satu juta orang tewas.

Kedua belah pihak sempat mengangkat senjata lagi pada tahun 2013 hingga 2016 ketika kesepakatan damai yang rapuh dibuat.

Sebagai bagian dari perjanjian itu, Frelimo juga setuju untuk mengizinkan para pemilih memilih gubernur untuk 10 provinsi di negara itu. Renamo diperkirakan akan memenangkan kendali setidaknya tiga provinsi itu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya