Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Gencatan Senjata Diganggu Serangan, Erdogan Tegaskan Turki Tidak Segan Hancurkan Militan Kurdi

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 07:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memastikan bahwa negaranya tidak segan untuk menghancurkan kepala militan Kurdi jika mereka tidak mundur dari zona aman yang direncanakan di Suriah utara.

Diketahui bahwa pada Kamis (17/10), setelah ada intervensi dari Amerika Serikat, Turki setuju untuk menghentikan serangan militernya di Suriah timur laut selama lima hari, sementara pejuang Kurdi menarik diri dari zona aman.

Namun pada hari Sabtu (19/10), atau selang dua hari memasuki gencatan senjata, kedua belah pihak masih menembaki kota perbatasan utama Ras al-Ayn, kedua belah pihak saling menyalahkan satu sama lain.


Selain itu, tidak ada tanda-tanda penarikan pasukan pimpinan Kurdi dari posisi di sepanjang perbatasan Suriah-Turki sebagaimana diminta di bawah perjanjian yang dicapai antara Turki dan Amerika Serikat.

Menanggapi hal tersebut, dalam upacara pembukaan di provinsi Turki tengah Kayseri, Erdogan mengatakan Turki akan menghancurkan kepala militan Kurdi di Suriah utara jika mereka tidak mundur dari daerah itu selama periode 120 jam.

Dikabarkan The Guardian, dia mengatakan akan membahas penyebaran pasukan pemerintah Suriah di zona aman selama pembicaraan dengan presiden Rusia, Vladimir Putin, minggu depan. Meski begitu dia memperingatkan bahwa Turki akan melaksanakan rencana sendiri jika solusi tidak tercapai.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pihaknya sepenuhnya patuh dengan perjanjian itu dan menjalankan koordinasi dengan Amerika Serikat untuk memastikan kesinambungan.

Pihak Kementerian Pertahanan Turki juga menuduh pejuang pimpinan Kurdi melakukan 14 serangan dan pelecehan dalam 36 jam terakhir, sebagian besar di kota Ras al-Ayn yang dikepung oleh pejuang sekutu sebelum gencatan senjata. Mereka menuduh bahwa pejuang Suriah-Kurdi menggunakan mortir, roket, anti-pesawat dan senjata berat anti-tank dalam serangan itu.

Bukan hanya itu, pihak Turki juga mengatakan pihaknya telah menangkap kembali 41 tersangka anggota ISIS yang melarikan diri dari kamp penahanan di tengah kekacauan yang disebabkan oleh pertempuran awal pekan ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya