Berita

Dampak dari bendungan yang ambruk di Rusia/The Guardian

Dunia

Bendungan Ambruk, 15 Penambang Emas Meninggal Dunia

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 06:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya 15 orang penambang emas meninggal dunia ketika sebuah bendungan ambruk dan membanjiri sebuah perkemahan pertambangan di bagian terpencil Siberia akhir pekan ini. Ambruknya bendungan diduga dipicu oleh hujan deras yang menambah volume air di dalam bendungan.

Pejabat wilayah Krasnoyarsk di mana insiden itu terjadi, mengatakan bahwa air yang dilepaskan oleh bendungan itu membanjiri sebagian asrama rotasi di mana ada 74 orang tinggal. Sejauh ini, masih ada 13 orang yang dinyatakan masih hilang.

Komite investigasi Rusia segera meluncurkan investigasi kriminal untuk mengetahui apakah ada pelanggaran peraturan keselamatan di tempat penambangan emas.


Sementara pihak berwenang setempat mengatakan, bendungan yang ambruk tidak didaftarkan oleh badan resmi.
Media Rusia, Interfax mengatakan bahwa para penambang itu adalah bagian dari perusahaan swasta Siberia Sibzoloto yang menyatukan beberapa tim penambangan rakyat. Pihak Sibzoloto sendiri tidak memberika komentar apapun.
Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menaruh perhatian pada insiden itu. Putin memerintahkan agar semua pihak terkait mengambil tindakan yang perlu diambil untuk membantu mereka yang terkena dampak, serta mengidentifikasi penyebab bencana dan mencegah dampak apa pun pada daerah perumahan di dekatnya.

Diketahui bahwa Rusia adalah salah satu produsen emas top dunia, sebagian besar berasal dari tambang industri profesional besar. Namun, penambangan aluvial atau artisanal di mana emas berada di dasar aliran daripada lapisan bawah tanah, masih menyumbangkan sebagian dari output negara.

Penambangan emas aluvial di Rusia biasanya berskala kecil, tetapi masih dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar resmi, yang seharusnya mematuhi aturan kesehatan dan keselamatan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya