Berita

Jokowi harus rombak 7 menterinya di kabinet jilid 2/Net

Politik

Termasuk Menteri Keuangan, Ini 7 Pos Kementerian Yang Perlu Diganti Jokowi

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 11:30 WIB | LAPORAN: AMAL TAUFIK

Banyak pihak yang menilai Jokowi perlu merombak tim ekonomi dalam kabinet jilid 2. Pasalnya, selama periode pertama pemerintahannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tak pernah memuaskan.

Padahal, saat berkampanye untuk menjadi presiden pada 2014 silam, Jokowi punya keyakinan ekonomi Indonesia bisa mencapai angka 7 persen. Faktanya, masih jauh panggang dari api.

Terkait hal ini, pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyebut ada ada tujuh pos kementerian yang perlu dirombak Jokowi dalam menyusun kabinet jilid 2.


Pertama, pos keuangan. Kedua, pos perdagangan. Ketiga, pos perindustrian. Keempat, pos ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Kelima, pos pertanian.

"Nah, yang terakhir adalah PU dan Badan Pertanahan Nasional. Kenapa itu penting? Karena tata ruang itulah yang menentukan apakah Anda bicara perencanaan pembangunan yang berpihak kepada domestik atau hanya kepada kepentingan bisnis," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/10).

Sebab tata ruang wilayah berhubungan dengan banyak kementerian. Mulai Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, sampai Kementerian Pertanian.

Untuk itu, pos-pos tersebut harus diisi oleh orang-orang yang punya integritas dan kredibilitas tinggi. Sehingga bisa mendukung program Jokowi dalam meningkatkan ekonomi Indonesia.

"Tidak mungkin tujuh kunci itu diserahkan kepada orang yang menunjukkan itu (memanfaatkan) sebagai mesin bagi kekuatan partainya," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya