Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Tegas, Erdogan Pastikan Turki Tidak Akan Nyatakan Gencatan Senjata Di Timur Laut Suriah

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 07:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak akan pernah mengumumkan gencatan senjata di timur laut Suriah. Dia juga memastikan bahwa Turki tidak akan bernegosiasi dengan pasukan Kurdi di wilayah tersebut.

Dikabarkan Reuters (Selasa, 15/10), dalam perjalanan pulang dari Baku, Erdogan mengatakan bahwa serangan itu akan terus berlanjut sampai mencapai tujuannya.

Dia menegaskan bahwa Turki tidak khawatir tentang sanksi apapun, termasuk yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat.


"Mereka mengatakan 'nyatakan gencatan senjata'. Kami tidak akan pernah mendeklarasikan gencatan senjata," tegas Erdogan.

"Mereka menekan kami untuk menghentikan operasi. Mereka mengumumkan sanksi. Tujuan kami jelas. Kami tidak khawatir dengan sanksi apa pun," tegasnya.

Erdogan juga mengatakan bahwa dia telah mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam panggilan telepon awal pekan ini bahwa dia harus mengirim delegasi Amerika Serikat ke Ankara untuk membahas tuntutan mereka dan mencoba mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Gedung Putih dalam pernyataan berbeda memastikan bahwa Wakil Presiden Mike Pence akan bertemu dengan Erdogan di Ankara pekan ini untuk membahas hal tersebut.

Diketahui bahwa sejak pekan lalu, Turki melancarkan serangan ofensif di bawah kampanye perang melawan milisi YPG Kurdi Suriah di timur jauh Suriah. Kampanye itu dilancarkan setelah Amerika Serikat menarik seluruh pasukannya dari wilayah tersebut.

YPG sendiri dipandang oleh Ankara sebagai kelompok teroris yang terkait dengan pemberontak separatis Kurdi di Turki.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya