Berita

Seoang pria beristirahat di tempat penampungan/Net

Dunia

Tolak Tunawisma Saat Topan Hagibis Datang, Pusat Evakuasi Jepang Ini Kebanjiran Kecaman

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 06:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah pusat evakuasi Jepang mendapat kecaman keras setelah kedapatan menolak dua orang pria tunawisma yang mencari perlindungan saat Topan Hagibis menghantam Jepang akhir pekan kemarin.

Bahkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ikut angkat bicara soal hal tersebut. Pada Selasa (15/10), Abe berjanji untuk mengambil tindakan setelah muncul laporan tentang masalah tersebut.

Diketahui bahwa topan yang disebut-sebut sebagai topan terdahsyat yang melanda Jepang sejak 60 tahun terakhir itu menyebabkan ribuan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka ke tempat penampungan yang disediakan oleh pemerintah.


Namun, seorang pria tunawisma berusia 64 tahun mengatakan kepada media Jepang Asahi Shimbun bahwa dia mendapat penolakan saat tiba di pusat evakuasi Taito pada akhir pekan kemarin.

"Angin kuat dan hujan, dan saya ingin mereka membiarkan saya masuk," katanya.

Dia menambahkan bahwa petugas di pusat evakuasi itu kemudian memintanya untuk menuliskan nama dan alamatnya. Ketika dia mengatakan dia memiliki alamat di pulau utara Hokkaido, dia ditolak masuk karena dia bukan penduduk setempat.

Hal itu menyebuatnya terpaksa menghabiskan malam itu di bawah payung plastik, yang hanya sebagian terlindung di bawah atap bangunan.

Media yang sama juga melaporkan bahwa hal serupa dialami seorang pria tunawisma lainnya di pusat evakuasi yang sama.

Sementara itu, seorang pejabat dari pusat evakuasi Taito mengatakan, staf di sekolah yang diubah menjadi pusat penampungan itu menolak untuk membiarkan kedua orang itu masuk karena mereka tidak memiliki alamat di daerah itu. Tempat penampungan itu hanya dikhususkan untuk penduduk setempat.

Pejabat di Taito pun kemudian meminta maaf atas kejadian itu dan mengatakan akan meninjau prosedurnya untuk membantu menampung orang tanpa alamat di masa depan.

Kabar tersebut juga sampai ke telinga Abe. Ketika ditanya tentang insiden itu oleh anggota legislatif oposisi, Abe mengatakan kepada parlemen bahwa para pria tunawisma seharusnya diberi perlindungan.

"Tempat perlindungan seharusnya didirikan untuk tujuan melindungi kehidupan orang-orang yang terkena dampak. Sangat diinginkan untuk menerima semua orang yang terkena dampak di tempat penampungan," katanya seraya menambahkan bahwa dia akan mengambil langkah tegas untuk mencegah kasus serupa.

Dikabarkan Al Jazeera, Topan Hagibis menyebabkan sedikitnya 74 orang meninggal dunia dan belasan lainnya masih dinyatakan hilang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya