Berita

Anita Wahid/Net

Politik

Putri Gus Dur Tidak Melihat Ada Ketegasan Dalam Diri Jokowi

SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak tegas dalam menyikapi desakkan masyarakat untuk menerbitkan Perppu KPK disayangkan sekelompok wanita yang tergabung dalam Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA).

Anggota PIA, Anita Wahid mengaku tidak melihat ada ketegasan dalam diri Jokowi. Padahal, kata putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid itu, Jokowi pernah mempertimbangkan untuk menerbitkan perppu.

“Kami tak melihat ketegasan beliau (Jokowi) atas apa yang sudah diucapkan sendiri, yaitu akan mempertimbangkan keluarkan perppu," kata Anita saat jumpa pers di Lobby Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/10)


Bukan hanya tak bersikap tegas, menurutnya, Presiden Jokowi juga tidak konsisten dengan apa yang diucapkan. Sebab, Jokowi pernah menyebut telah menunjuk orang yang akan membuat draft perppu.

"Tapi kan setelah itu kami tak melihat ada langkah konkret, yang lebih jelas atau tanda-tanda yang lebih jelas mengenai akan dikeluarkannya atau tidak," tegasnya.

Lebih lanjut, Anita menduga ada agenda besar di balik ketidakjelasan sikap presiden Jokowi yang seolah gamang dalam menebitkan perppu.

"Apakah memang di belakang layar tak ada langkah? Atau ada langkah tetapi tak dikemukakan ke publik? Itu yang kita tidak tahu," demikian Anita.

Kemitraan Ririn Sefsani menyatakan bahwa pihaknya bersama Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) telah melayangkan surat kepada presiden Jokowi yang isinya desakkan agar segera diterbitkan Perppu untuk membatalkan UU KPK yang dinilai bermasalah.

"PIA bersama jaringan organisasi di Indonesia kemarin setelah mengirkmkan surat ke presiden dan pesannya sudah sangat jelas, presiden terbitkan Perppu KPK. Kita ingin ada terang di tengah kelam. Dan kembali terang itu datang," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya