Berita

Pangi Syarwi Chaniago/Net

Politik

Moeldoko Memberi Ruang Istri Prajurit Jadi Kritis

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 16:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pencopotan Dandim Kendari, Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi terus menuai polemik di masyarakat. Pasalnya, Hendi dicopot bukan karena ulahnya, melainkan perbuatan istri, Irma Nasution di media sosial.

Irma mengunggah postingan di Facebook yang dianggap menyinyiri peristiwa penusukan Menko Polhukam, Wiranto.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa para prajurit memang perlu menjaga marwah dan wibawa institusi. Tidak boleh dari mereka mengeluarkan manuver atau tindakan yang mencederai wibawa TNI.


Namun dalam kasus ini, Pangi menilai ada sebab akibat yang tidak pas. Pasalnya, Hendi harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan istrinya. Sebab, Hendi tentu tidak memiliki kuasa untuk bisa memahami otoritas berpikir sang istri.

“Ini yang salah fokus, salah disiplin kalau misal alasannya ditertibkan,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/10).

Lebih lanjut, direktur eksekutif Voxpol Center itu menyinggung kebijakan Moeldoko saat menjabat panglima TNI. Di tahun 2015, Kepala Staf Kepresidenan itu pernah mengeluarkan Surat Telegram yang berisi pengembalian hak politik istri prajurit.

Menurutnya, telegram Moeldoko itu seolah membuka ruang bagi para istri untuk ikut dalam diskusi publik. Termasuk ikut dalam pencerahan-pencerahan kepada masyarakat dan berdaya kritis.

“Ada ruang yang membebaskan mereka,” tegasnya.

Namun di satu sisi, mereka tidak menyadari iklim demokrasi saat ini sedang tidak baik. Ada aroma feodalisme sehingga membuat pemerintah menjadi anti kritik. Ketidaktahuan itu membuat mereka menjadi terjebak.

“Mereka tidak paham dan tidak mungkin dandim mengontrol otak istri. Jadi memang nasib siap aja. Kasihan saja mereka kena sial,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya