Berita

Laode M Syarif/Net

Politik

Laode: Typo Jadi Bukti RUU KPK Dibuat Terburu-Buru

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 15:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengkaji lebih seksama revisi UU 30/2002 tentang KPK yang telah disahkan DPR. Apalagi, pihak Istana menguraikan masih ada kesalahan ketik atau typo sebagai alasan belum ditandatangani.

Menanggapi alasan dari Mensesneg Pratikno tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan bahwa kesalahan ketik menjadi bukti bahwa pengerjaan revisi UU KPK terkesan terburu-buru dan tertutup.

“Ini memang dibuat terburu-buru dan dibuat sangat tertutup,” tegasnya di gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (14/10).


Kesalahan kecil tersebut, sambung Laode, seolah menjawab keraguan KPK terkait dengan proses revisi UU KPK yang digarap DPR. Menurutnya, meski cuma sedikit, tapi kesalahan itu terasa fatal.

“Bagaimana mau menjalankan tugasnya sedangkan dasar hukumnya sendiri banyak sekali kesalahan-kesalahan dan kesalahannya itu bukan kesalahan minor, ini kesalahan-kesalahan fatal," kata Laode.

Atas alasan itu, Laode berharap besar kepada presiden Jokowi untuk memperhatikan secara lebih seksama kesalahan-kesalahan pada revisi yang menurutnya kacau.

"Memang kekacauaan-kekacauan ini sekali lagi kita berharap kepada presiden untuk memperhatikan secara seksama," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya