Berita

Prabowo bertemu Surya Paloh, Minggu (13/10) malam/Net

Politik

Prabowo Bertemu Surya Paloh, Pengamat: Gerindra 90 Persen Gabung Pemerintah

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 09:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan Ketua Umum Gerindra dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Minggu (13/10) dinilai sebagai sinyal Gerindra meminta persetujuan dari partai pendukung Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 lalu. Sebab, Gerindra banyak mengalami resistensi dari partai-partai koalisi Jokowi termasuk Nasdem.

Begitu kata Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (14/10).

"Tidak lain dan tidak bukan. Road Show-nya Prabowo ke ketum-ketum partai koalisi Jokowi adalah sebagai bagian dari strategi dan komunikasi politik Prabowo agar Gerindra diterima oleh partai-partai koalisi Jokowi," jelas Ujang.


Nah, mengingat Nasdem jadi pihak yang paling menunjukkan ketidaksukaannya jika Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf, maka Prabowo pun langsung membangun komunikasi politik ke Surya Paloh.

"Nasdem dkk menganggap Gerindra tidak berdarah-darah dan tidak berkeringat dalam memenangkan Jokowi di Pilpres 2019," kata Ujang."Untuk itu Prabowo melakukan pendekatan politik agar bergabungnya Gerindra ke koalisi Jokowi berjalan lancar, genah, dan merenah."

Selain itu, Gerindra sudah dipastikan hampir 100 persen akan bergabung dengan Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Maruf. Bukan tanpa sebab, menurut Ujang, antara Jokowi dan Gerindra sama-sama diuntungkan.

"Hampir 99,9 persen (Gerindra masuk pemerintahan). Keuntungan Gerindra mendapatkan kursi kabinet di pemerintahan Jokowi, akan menjadi kekuatan baru di koalisi Jokowi karena Gerindra partai pemenang kedua dengan suara nasional tertinggi kedua," kata Ujang.

"Keuntungan Jokowi. Menambah kekuatan untuk mem-back up kekuasaan dan pemerintahannya. Juga untuk menaklukkan para oposisi," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya