Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dahlan Iskan

Menambah Musuh

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 | 05:04 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

HAMPIR saja kampanye ini batal: Wali kota Minneapolis minta uang muka. Sekitar Rp 9 miliar. Untuk biaya pengamanan kedatangan Presiden Donald Trump.
 
Sang wali kota tidak mau kasus El Paso terulang. Gedung Putih meninggalkan utang di negara bagian selatan Amerika itu. Saat kunjungan presiden ke sana Februari lalu.
 
Wali kota El Paso sampai harus menagih ke Gedung Putih. Tak pula cukup sekali tagih.
 

 
Uang muka itu membuat Trump marah pada sang wali kota. Lewat senjata akun Twitter-nya. Ia kecam wali kota sebagai wali kota yang lemah.
 
Apalagi ia memang dari Partai Demokrat.
 
Kampanye Trump biasanya memang dilaksanakan akhir pekan. Saat polisi mestinya libur.
 
Diperlukan biaya pengamanan lebih banyak. Polisi harus mendapat bayaran berlipat --sejenis uang lembur.
 
Uang muka itu tidak sampai berlarut. Akhirnya Trump tiba juga di Minneapolis. Dengan nada tinggi. Sumbu pendek. Pun seandainya tidak didahului kasus uang muka.
 
Inilah pertama kali Trump kampanye. Sejak dimulainya proses penyelidikan impeachment padanya.
 
Dan selalu. Trump tidak pernah kekurangan bahan pidato. Tepatnya bahan provokasi. Pun selama 1,5 jam di atas podium. Pengikutnya yang fanatik selalu memberikannya energi. Lewat teriakan atau tuntutan.
 
Apalagi Minneapolis adalah kampungnya Ny Omar Tlaib --anggota baru DPR dari partai lawannya.
 
Kejengkelan Trump pada Ny Omar lengkap. Dia lahir di Ethiopia. Islam. Berjilbab. Bahkan UU di Amerika harus diubah untuk mengesahkan pemakaian jilbabnya.
 
Dan dia berani --tidak ada matinya. Ia terus mengkritik Trump habis-habisan.
 
Sampai Trump tersinggung berat. Bagaimana bisa --mungkin begitu pikirnya. Pendatang dari negara miskin yang kacau, wanita, Islam, minoritas, 'mengajari' lelaki perkasa dari negara PKR (Perkasa Kaya Raya).
 
Trump pun menyindirnya: kalau merasa hebat kenapa tidak pulang saja ke Ethiopia. Untuk membangun negaranya.
 
Maka di Minneapolis itu tiga orang jadi bulan-bulanan Trump. Selama 1,5 jam. Ups, empat orang.
 
Pertama Wali kota tadi.
 
Kedua, Ny Omar.
 
Ketiga Joe Biden --mantan Wapres yang juga lawan beratnya di Pilpres 2020.
 
Keempat, Hunter Biden --anak bungsu Biden.
 
Trump akan merusak nama pesaingnya itu lewat Hunter. Yang ia sebut sebagai anak yang bodoh. Kecanduan obat bius. Dan memakan uang korupsi di Ukraina. Dan di Tiongkok.
 
"Jadi, mestinya, anak ini...." ujar Trump yang sengaja tidak menyelesaikan kalimatnya.
 
"... diborgol, diborgol, diborgol..." seru pendukung Trump meneruskan kalimat itu.
 
Itu mirip taktik saat kampanye di Pilpres 2016. Saat itu setiap kali Trump menyebut nama Hillary Clinton, pendukungnya yang meneruskan: tangkap, tangkap, tangkap, masukkan penjara.
 
Dan Hillary kalah di Pilpres.
 
Trump lantas membandingkan Hunter dengan anaknya. Yang dibawa serta ke kampanye. Yang dinilai sebagai anak hebat. Yang bisa meneruskan kerajaan bisnis ayahnya.
 
Biden sendiri ia sebut sebagai orabg yang sangat lemah. Dan pemalas.
 
"Kalau pun ada yang menganggap ia sukses sebagai wakil presiden itu karena kepintarannya menjilat pantat Barack Obama," ujar Trump.
 
Pokoknya seru. Dan jangan ditiru.
 
Trump memang harus habis-habisan. Hasil survei menunjukkan ia akan kalah di Pemilu 2020. Oleh Joe Biden.
 
Bahkan untuk impeachment kali ini pun mayoritas publik mendukung.
 
Hasil survei menunjukkan 55 persen setuju Trump harus dilengserkan.
 
Gara-gara survei itu Trump  menambahkan satu nama. Ke dalam daftar yang harus ia serang: Fox News.
 
Padahal selama ini Fox dikenal sebagai TV yang selalu mendukung Trump.
 
Belakangan ini begitu sering Trump menyerang pendukungnya itu --via Twitter-nya.
 
Termasuk menyerang pribadi penyiar utama Fox News, Shepard Smith.
 
Itu gara-gara Fox menyiarkan hasil surveinya sendiri: mayoritas publik mendukung impeachment.
 
Seminggu setelah Twitter itu bos besar Fox News Rupert Murdoch menemui Jaksa Agung Trump.
 
Hasilnya: Shepard Smith mengundurkan diri. Kemarin. Setelah lebih 10 tahun menjadi salah satu bintang di Fox News.
 
Trump kini tidak punya banyak jalan. Ia harus menyerang habis-habisan semua lawannya. Mungkin sampai habis beneran.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya