Berita

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini (kanan) dan Waketum Gerindra, Fadli Zon/Net

Politik

PKS Ingin Hormati Partai Yang Berkeringat Menangkan Jokowi-Maruf

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 20:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Di tengah komunikasi antara Gerindra dan pemerintah, jalur oposisi tetap menjadi pilihan utama bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menjelaskan, kedudukan partainya di luar pemerintah dilakukan agar lebih objektif dalam memberikan perspektif kebijakan pemerintah.

"PKS akan lebih leluasa, terhormat, bermartabat, dan objektif dalam menawarkan perspektif dan alternatif solusi kebangsaan jika tetap berada di luar pemerintahan. Insya Allah PKS komitmen tetap berada di luar pemerintahan," tegas Jazuli kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, di Jakarta, Sabtu (12/10).


Anggota DPR RI Dapil Banten ini menegaskan, PKS ingin memberi contoh kepada semua pihak terkait budaya politik yang sehat di Indonesia.

PKS, kata Jazuli, tidak ingin masuk kabinet karena ingin menghormati partai-partai yang 'berkeringat' memenangkan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 lalu.

"Kami ingin memaksimalkan peran parlemen dalam hal check and balances sesuai konstitusi. Lagipula, kami merasa tetap di Pemerintahan Republik Indonesia karena PKS punya kader-kader terbaik yang menjadi Gubernur dan Bupati/Walikota. Di situ PKS hadir dan meberikan cinta dan pengabdian untuk Indonesia," demikian Jazuli.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya