Berita

Aksi renungan untuk korban kerusuhan demo tolak revisi UU KPK/RMOL

Politik

Koalisi Masyarakat Sipil Gelar Doa Bersama Dan Renungan Untuk 5 Korban Kerusuhan Demo

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 00:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Korban kerusuhan demonstrasi di depan Gedung DPR terus berjatuhan, teranyar Akbar Aamsyah (19) meninggal dunia setelah mengalami koma beberapa minggu terakhir. Tercatat totalnya sudah lima orang demonstran gugur.

Terkait hal itu, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi malam renungan dan doa bersama di Depan Gedung Merah Putih KPK sebagai bentuk penghormatan dan keprihatinannya dengan menyalakan lilin dan menggelar doa bersama.  

"Mudah-mudahan kami masih memiliki empati terhadap sesama. Ya Allah kabulkan dan maafkan kesalahan-kesalahan saudara kami, ampuni dosa-dosa kawan-kawan kami," ucap Ustad Nurstofa saat memimpin doa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).


Selanjutnya, perwakilan masa aksi menyampaikan ucapan duka citanya kepada para korban. Salah satunya perwakilan dari WALHI, Khalisah Khalid yang berharap demokrasi Indonesia dapat berjalan baik.

Menurutnya, kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat dalam mengamankan aksi demonstrasi yang dinilai berlebihan.  

"Bahwa kita masih berharap demokrasi masih ada, bahwa rakyat bisa kita lindungi bersama. 21 tahun reformasi kita berharap tidak ada lagi kekerasan tidak ada laku, air mata dan darah," kata Khalisah.

Lima demonstran yang gugur dalam aksi menolak kebijakan pemerintah terkait sejumlah RUU bermasalah. Lima orang itu ialah Akbar Alamsyah, Bagus Putra Mahendra, Randi, Maulana Suryadi, dan Yusuf Kadrawi.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pembacaan puisi oleh perwakilan dari aktivis mahasiswa. Doa bersama itu juga dihadiri oleh penyidik senior KPK, Novel Baswedan, Jurubicara KPK Febri Diansyah, dan juga Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap.


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya