Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dikritik China, Apple Hapus Aplikasi Pelacak Lokasi Polisi Hong Kong

JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 07:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa teknologi Amerika Serikat akhirnya menghapus aplikasi kontroversial yang memungkinkan pengunjuk rasa Hong Kong untuk melacak keberadaan polisi dari App Store.

Diketahui bahwa Apple kebanjiran kritik dari China pekan ini setelah mengizinkan aplikasi bernama HKmap.live muncul di toko aplikasinya pada Kamis (10/10).

Aplikasi itu dinilai China membantu "perusuh" Hong Kong melacak keberadaan polisi.


Media pemerintaah China, People's Daily bahkan menerbitkan sebuah komentar yang berjudul "Apakah Apple membimbing preman Hong Kong?" pada Rabu (9/10).

Komentar itu berisi peringatan bahwa aplikasi itu memfasilitasi perilaku ilegal dan Apple telah merusak reputasinya di kalangan konsumen China dengan mencampuri urusan bisnis dengan politik dan aktivitas komersial dengan aktivitas ilegal.

Sebagai tanggapan, Apple pun segera menghapus aplikasi tersebut.

"Aplikasi ini menampilkan lokasi polisi dan kami telah memverifikasi dengan Biro Kejahatan Teknologi dan Kejahatan Teknologi Hong Kong bahwa aplikasi tersebut telah digunakan untuk menargetkan dan menyergap polisi, mengancam keselamatan publik, dan para penjahat telah menggunakannya untuk mengorbankan penduduk di daerah-daerah di mana mereka tahu ada tidak ada penegakan hukum, "kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan (Kamis, 10/10), seperti dimuat Russia Today.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya