Berita

Nazir Razak/Net

Dunia

Adik Najib Razak Ikut Tersandung Skandal 1 MDB, Begini Keterlibatannya

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 01:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Malaysia mendenda adik laki-laki mantan perdana menteri Najib Razak, yakni Nazir Razak dan sejumlah entitas, baik individu maupun perusahaan karena diduga menerima uang dari dana negara 1MDB.

Begitu kata Kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Latheefa Koya pada Senin (7/10).

Diketahui, penyelidik Malaysia Amerika Serikat menemukan bahwa dana sekitar 4,5 miliar dolar AS telah disalahgunakan dari program 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didirikan pada 2009 oleh Najib.


Pasca kekalahannya dalam pemilu tahun lalu, Najib kini menghadapi puluhan tuduhan korupsi dan pencucian uang. Dia dituduh menerima sekitar 1 miliar dolar AS dalam 1MDB. Namun dia tetap mengaku tidak bersalah.

Perkembangan terbaru dalam kasus ini menemukan bahwa adik Najib, yakni Nazir juga ikut terlibat.

"Kami telah mengeluarkan pemberitahuan majemuk terhadap semua orang dan entitas ini untuk tujuan mereka membayar denda," kata Latheefa, seperti dimuat Channel News Asia.

Dia menambahkan bahwa mereka yang terjerat dapat didenda hingga 2,5 kali jumlah yang diterima.

Latheefa dalam penyataanya menjelaskan bahwa MACC berupaya untuk memulihkan dana sekitar 420 juta ringgit Malaysia atau sekitar 100 juta dolar AS dari individu dan entitas yang diduga menerima pencucian dana melalui akun yang terhubung dengan Najib. Di antara mereka yang didenda adalah adiknya, Nazir dan mantan ketua badan minyak sawit negara Felda, Shahrir Abdul Samad.

Nazir sendiri diketahui adalah mantan ketua bank terbesar kedua Malaysia, CIMB. Menurut Latheefa, dia menerima dana sekitar 25,7 ringgit Malaysia dari 1MDB.

Bukan hanya itu, dalam daftar yang dirilis MACC, dana 1MDB juga idistribusikan ke perusahaan, partai politik dan organisasi yang terkait dengan koalisi Najib.

"Itu tidak lengkap, kami memiliki lebih banyak," kata Latheefa. Dia menambahkan bahwa penyelidikan telah dibuka ke 80 entitas dan individu.

Pada tahun 2015 lalu, Nazir diketahui cuti setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa dia menerima dana sekitar 7 juta dolar AS dari Najib dan menyalurkan dana itu ke politisi lain sebelum pemilihan umum Malaysia tahun 2013.

Peninjauan independen terhadap transfer dana tersebut menyimpulkan bahwa Nazir tidak menyalahgunakan posisinya dan tidak ada penggunaan sumber daya CIMB yang tidak tepat. Setelah itu, Nazir kembali melanjutkan tugasnya sebagai ketua bank itu.

Dia baru mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun lalu setelah tiga dekade bekerja di bank tersebut.

Menurut Latheefa, Nazir telah menerima sekitar 25,7 juta ringgit Malaysia. Namun dia menolak untuk mengkonfirmasi apakah dana ini adalah dana yang sama dengan yang diduga diterima Nazir pada tahun 2013 itu atau bukan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya