Berita

Unjuk rasa di Ekuador/Net

Dunia

Keadaan Darurat Nasional Diberlakukan, 368 Pendemo Ditangkap

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 16:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Unjuk rasa yang dipicu pencabutan subsidi BBM di Ekuador semakin panas. Setelah memberlakukan keadaan darurat, sekitar 368 orang ditangkap dalam kerusuhan yang terjadi dalam dua hari, Jumat (4/10).

Reuters mengabarkan, Kementerian Dalam Negeri Ekuador memberikan informasi penangkapan 368 orang yang mayoritas beraksi di Quito dan Guayaquil pada Jumat malam.

Penangkapan ini diketahui hanya berselang sehari setelah Presiden Lenin Moreno memberlakukan keadaan darurat nasional karena unjuk rasa yang semakin tidak terkendali. Pihak berwenang bahkan mengatakan, 59 petugas polisi terluka, selusin mobil polisi hancur, dan sebuah gedung pemerintahan diserang.


Sementara itu, pada hari yang sama Serikat Transportasi Ekuador mengumumkan pembatalan aksi unjuk rasa. Alih-alih melakukan unjuk rasa, serikat ini menyatakan ketidaksetujuan atas keputusan pencabutan subsidi BBM dan menyerahkan daftar tuntutan kepada pemerintah.

Beberapa kelompok seperti serikat pekerja dan pelajar mengaku akan tetap melanjutkan unjuk rasa dan pemogokan nasional hingga 9 Oktober mendatang.

"Bahkan penjara pun tidak akan menghentikan perjuangan rakyat Ekuador," tegas Kepala Serikat Pekerja, Nelson Erazo.

Unjuk rasa kali ini merupakan yang terburuk bagi Ekuador. Pasalnya, dari Ibukota  Quito ke kota pesisir Guayaquil, banyak layanan bis dan taksi berhenti beroperasi. Para demonstran pun memblokir jalan dan terlibat bentrok dengan polisi.

Pencabutan subsidi BBM sendiri sudah jadi program lama Moreno. Namun, program yang sudah menjadi bagian paket reformasi fiskal Ekuador selama bertahun-tahun ini membuat geram banyak warga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya