Berita

Unjuk rasa Hong Kong/Net

Dunia

Kuatir Kembali Rusuh, Seluruh Transportasi Kereta Api Hong Kong Ditutup

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seluruh sistem transportasi kereta api di Hong Kong lumpuh, Sabtu (5/10). Alasannya, sebagai kewaspadaan akan berlanjutnya demonstrasi, Jumat malam (4/10). Dikhawatirkan berubah menjadi kerusuhan.

"Karena kami tidak lagi dalam posisi untuk menyediakan layanan yang aman dan dapat diandalkan bagi penumpang dalam situasi ini. Korporasi tidak punya pilihan selain membuat keputusan untuk menangguhkan layanan seluruh jaringannya, termasuk Heavy Rail, Light Rail, dan MTR bus," ujar seorang staf pada Sabtu pagi seperti dimuat Reuters.

Lumpuhnya akses kereta ini dilakukan setelah pada unjuk rasa Jumat malam (4/10), pengunjuk membakar beberapa stasiun, termasuk kereta yang kosong, hingga melukai dua staf.


Tidak hanya stasiun, pengunjuk rasa juga diketahui mengepung cabang Bank of China (HK) di Cauceway Bank dan menghancurkan kaca di toko China Life.

Aksi pembakaran ini dilakukan setelah seorang petugas polisi di Yuen Long menembak anak remaja yang menurut keterangan polisi melemparkan bom molotov ke arahnya. Akibatnya, remaja berusia 14 tahun itu berada dalam kondisi serius.

Polisi juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di hampir seluruh wilayah penting di Hong Kong seperti Causeway Bay, Sha Tin, dan Wong Tai Sin.

Selain stasiun metro, kereta api bandara dan beberapa mal juga ikut menghentikan operasinya hingga waktu yang belum ditentukan.

Informasi yang didapat dari sumber yang sama, unjuk rasa direncanakan berlanjut hingga akhir pekan dari Salisbury Garden di Kowloon.

Diketahui, unjuk rasa Hong Kong yang semakin menjadi-jadi ini sebagai respons atas diberlakukannya undang-undang darurat yang melarang menggunaan masker  wajah yang bertujuan untuk menutupi identitas pengunjuk rasa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya