Berita

PM Jepang Shinzo Abe/Net

Dunia

Meski Rudal Korut Gentayangan, PM Abe Bertekad Temui Kim Jong Un

JUMAT, 04 OKTOBER 2019 | 14:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi peluncuran rudal Korea Utara tidak meluruhkan tekad Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan masalah warga negara Jepang yang diculik agen Korea Utara (Korut).

"Saya bertekad untuk bertemu dengan Pemimpin Kim Jong Un secara langsung tanpa syarat, untuk menyelesaikan masalah penculikan yang sangat penting," ujar Abe dalam pidatonya di Parlemen, Jumat (4/10), Reuters.

Penculikan warga negara Jepang oleh agen Korut adalah cerita lama. Pada 2002, Korut mengakui agennya telah menculik 17 warga Jepang. Korut menjelaskan, dari 17 orang tersebut, 5 dipulangkan, 8 tewas, dan 4 lainnya tidak pernah sampai ke negara itu.


Atas kasus tersebut, Abe berjanji akan melanjutkan perkara ini hingga semua korban penculikan pulang meski ketegangan di kawasan tengah meningkat akibat program nuklir dan rudal Korut.

Keberanian Abe ini dikarenakan masalah korban penculikan adalah inti dari identitas politik Abe yang membuatnya ada di posisi sebagai Perdana Menteri Jepang. Demikian disampaikan oleh Direktur Studi Asia dari Temple University, Jeff Kingston.

Namun, tampaknya Abe sendiri akan kesulitan untuk bertemu dengan Kim, mengingat Jepang memiliki sedikit pengaruh atas Korut dan masa lalu Jepang yang pernah menjajah Korea. Meski demikian, menurut Wakil Direktur Pusat Strategi Pembuatan Peraturan di Universitas Tama, Brad Glosserman, Jepang bisa memanfaatkan pembicaraan nuklir antara AS dan Korut di Stockholm, Sabtu besok (5/10).

"Satu-satunya peran yang akan dimainkan Jepang adalah untuk membiayai apapun kesepakatan yang dicapai," ujar Glosserman.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya