Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Studi: Perang Nuklir India-Pakistan Bisa Renggut 125 Juta Korban Jiwa

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 20:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ketegangan yang terjadi antara India dan Pakistan terkait wilayah Khasmir yang disengketakan beberapa waktu belakangan ini memicu kekhawatiran tersendiri, bukan hanya bagi kedua negara tersebut, tapi juga bagi negara-negara lain.

Betapa tidak, kedua negara bertetangga itu sama-sama memiliki kekuatan nuklir. Jika konflik semakin meningkat, bukan tidak mungkin bisa memicu terjadinya perang.

Sebuah studi terbaru yang dirilis dalam tinjauan Science Advance pada hari Rabu (2/10) menyebut bahwa jika perang nuklir meletus antara India dan Pakistan, maka akan menelan setidaknya 125 juta korban jiwa hanya dalam beberapa hari.


Jumlah ini sangat fantastis, bahkan bisa melampaui jumlah kematian selama Perang Dunia Kedua.

Bukan hanya itu, jika perang nuklir terjadi antara India dan Pakistan, dampak lain yang juga akan ditimbulkan adalah kehancuran lingkungan di seluruh dunia. Karena perang nuklir dapat menyebabkan suhu global anjlok ke tingkat yang sebanding dengan Zaman Es terakhir.

"Perang semacam itu akan mengancam tidak hanya lokasi di mana bom mungkin menjadi sasaran, tetapi juga seluruh dunia," kata salah seorang penulis studi itu yang juga merupakan profesor ilmu lingkungan di Universitas Rutgers, Alan Robock, seperti dimuat Russia Today.

Dalam studi itu dilakukan simulasi komputer yang menunjukkan bahwa setiap senjata nuklir yang diledakkan dapat memusnahkan sebanyak 700 ribu orang.

Selain itu, ledakan nuklir juga dapat mengirim begitu banyak jelaga dan puing ke atmosfer sehingga akan memicu "musim dingin nuklir," yang menyebabkan turunnya suhu dengan cepat, kegagalan panen dan berujung pada kelaparan massal.

"Ini adalah perang yang tidak memiliki preseden dalam pengalaman manusia," kata penulis utama studi tersebut, Brian Toon, yang membantu menciptakan istilah 'musim dingin nuklir' saat bekerja dengan tim peneliti pada tahun 1980an.

Meskipun India dan Pakistan saat ini memiliki sekitar 300 senjata nuklir, namun studi tersebut berpendapat bahwa jumlahnya bisa mencapai 500 pada tahun 2025. Tahun itu adalah tahun di mana para peneliti berteori bahwa perang hipotetis dapat pecah dalam simulasi komputer mereka.

"Semoga, Pakistan dan India akan mencatat makalah ini," kata Toon.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya