Berita

Daftar penegakan hukum Karhutla Polri/Ist

Presisi

Bareskrim Panggil Bupati Pelalawan Untuk Dalami Izin Perusahaan Sawit Asal Malaysia

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 12:32 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Muhammad Harris, Bupati Pelalawan, Riau memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Polri. Dia dipanggil untuk diambil keterangannya sebagai saksi terkait izin perusahaan sawit asal Malaysia PT Adei Platantion.

"Ini kan ada karhutla di Riau. Karena mungkin di Riau salah satu kunjungannya, ada beberapa perusahaan di Riau, PT AD itu perusahaan Malaysia. Diminta keterangan ke sini sejauh mana izinnya," kata Harris di Bareskrim Polri, Kamis (3/10).

Sebelumnya, PT Adei Platantion ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditipidter Bareskrim. Adapun luas areal lahan perusahaan sawit asal negeri Jiran yang terbakar itu cukup luas yakni mencapai 4,25 hektare.


Harris menyebut, kewenangan pemberian izin konsensi tidak dikeluarkan olehnya melainkan berasal dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Harris mengatakan rekomendasi izin perusahaan itu dimulai 2006 silam.

"Kita kan perizinannya itu kan istilahnya apa tuh, izinnya dari kementerian, bukan dari kita. Itu dulukan ada satu rekomendasi tahun 2006, tapi dilanjutkan dengan pelepasan kawasan waktu itu," jelas Harris.

Harris mengklaim dirinya baru mengetahui adanya Karhutla di lahan PT Adei Platantion dari pihak kepolisian lantaran sibuk melakukan penanganan Karhutla diwilayah lain

"Saya saja baru tahu dari orang Mabes juga. Itu kan kebakaran di dalam kebun dia. Kita sibuk memadamkan yang lain," kata Harris.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menyebut pemanggilan Harris karena di daerahnya terdapat banyak titik api dan lahan yang terbakar cukup luas. Polisi juga membuka peluang memanggil kepala daerah lain jika keterangannya dibutuhkan.

"Hotspot-nya banyak di situ (Pelalawan), lahan yang terbakar banyak. Kita ketahui Pak Presiden 2 kali ke Pelalawan," saat memberikan keterangan pers di Bareskrim pada Senin (30/9).

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya