Berita

Unjuk rasa di Baghdad, Irak/Net

Dunia

Irak Membara, PM Adel Abdul Mahdi Berlakukan Jam Malam

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Irak membara. Setidaknya 7 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam unjuk rasa anti-pemerintah yang sudah berlangsung dua hari. Alhasil, Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi memberlakukan jam malam di Baghdad pada Rabu (2/10)

"Semua kendaraan dan warga dilarang keluar di Baghdad pada jam 5 pagi Kamis (3/10), dan sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Abdul Mahdi dalam sebuah pernyataan tertulis seperti yang dikutip oleh Reuters.

Pernyataan tertulis itu juga menyatakan para pelancong ke dan dari bandara Baghdad, ambulans, pegawai pemerintah di rumah sakit, listrik, dan departemen air, serta peziarah religius akan dibebaskan dari ketentuan jam malam.


Ada pun jam malam ini diberlakukan di Nassiriya, Amara, dan Hilla, setelah unjuk rasa yang dimulai pada Selasa (1/10) menjadi kacau. Dalam unjuk rasa Rabu kemarin (2/10), lima orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka akibat bentrokan di beberapa titik. Sementara itu, dalam unjuk rasa sehari sebelumnya, dua orang juga tewas.

Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan, salah seorang korban tewas adalah anak kecil. Anak itu tewas ketika seorang pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke sebuah kendaraan yang membawa warga sipil di Amara. 

Para pengunjuk rasa menuntut jatuhnya rezim karena banyaknya pengangguran, korupsi, dan buruknya pelayanan publik. Kemarahan pengunjuk rasa dilampiaskan dengan aksi bakar gedung-gedung pemerintahan dan partai politik di dua provinsi bagian selatan.

Pemerintahan Abdul Mahdi sendiri baru berjalan setahun dan ketidakstabilan politik semakin menggentayangi negara tu sementara ketegangan regional meningkat. Alhasil, para pengunjuk rasa menginginkan perubahan, yaitu jatuhnya rezim pemerintah Abdul Mahdi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya