Berita

Central Intelligence Agency (CIA)/ Reuters

Dunia

Iran Vonis Mati Mata-mata CIA

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 09:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengadilan Iran menjatuhkan vonis hukuman mati kepada seorang mata-mata Central Intelligence Agency (CIA) dan memenjarakan tiga orang lainnya selama 10 tahun karena kejahatan yang sama, Selasa (1/10)

"Satu orang telah dijatuhi hukuman mati karena memata-matai untuk layanan intelijen Amerika, tapi putusannya telah diajukan banding," ujar Jurubicara Pengadilan, Gholamhossein Esmaili seperti yang dikutip oleh Reuters.

Esmaili menjelaskan, dua orang berkewrganegaraan Iran yang divonis penjara 10 tahun bernama Ali Nefriyeh dan Mohammad Ali Babapour. Keduanya menerima hukuman 10 tahun penjara karena menerima perintah CIA untuk melakukan tugas mata-mata dengan bayaran 55 ribu dolar AS atau sekitar Rp 782 juta (kurs: Rp  14.214,-/dolar AS) yang telah mereka terima.


Selain kedua orang tersebut, pengadilan Iran juga menghukum mata-mata berkewarganegaraan Iran untuk intelijen Inggris bernama Mohammad Amin-Nasab dengan hukuman yang sama, yakni 10  tahun penjara.

Sementara itu, Esmaili tidak memberikan data mengenai seorang mata-mata yang menerima vonis hukuman mati dari pengadilan.

Sebelumnya pada Juli lalu, pemerintah Iran mengumumkan bahwa pihaknya telah menangkap 17 orang mata-mata yang bekerja untuk CIA. Namun tidak dapat dipastikan orang-orang yang baru saja dijatuhi hukuman tersebut termasuk ke dalam kelompok 17 orang mata-mata yang ditangkap itu.

Vonis ini diputuskan di tengah tegangnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya. Ketegangan diawali sejak Presiden AS, Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir pada 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi pada Iran.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya